Puisi tentang perjuangan pahlawan kemerdekaan

Thursday, July 21st 2016. | Puisi
Puisi tema pejuang

Puisi tema pejuang

Puisi tema pahlawan 4 bait – Pahlawan adalah mereka yang sangat berjasa bagi bangsa. Sebenarnya, untuk menjadi pahlawan di jaman sekarang ini, kita tidak perlu mengangkat senjata. Kita hanya perlu memaksimalkan potensi kita agar diri kita bisa lebih bermanfaat untuk kita semua.

Besarnya jasa para pahlawan terkhusus bagi mereka yang telah berjasa dalam menegakkan kemerdekaan Indonesia maka dalam kesempatan kali ini saya akan memberikan bebrapa puisi tentang pahlawan agar kita bisa lebih bersyukur atas kemerdekaan bangsa kita dan kita bisa lebih menghargai apa yang telah mereka lakukan dan korbankan demi tegaknya negara Indonesia yang berdaulat dan merdeka.

Contoh puisi untuk pahlawan

PUPUS RAGA . . . PEGAT NYAWA

Napak tilas para pahlawan bangsa
Berkibar dalam syair sang saka
Berkobar dalam puisi Indonesia
Untuk meraih cita-cita merdeka

Napak tilas anak bangsa
Bersatu dalam semangat jiwa
Bergema di jagad nusantara
Untuk meraih prestasi dan karya

MERDEKA…!
Kata yang penuh dengan makna
Bertahta dalam raga pejuang bangsa
Bermandikan darah dan air mata

MERDEKA…!
Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercinta
menggelora di garis khatulistiwa
Memberi kejayaan bangsa sepanjang masa

MERDEKA…!
Harta yang tak ternilai harganya
Menjadi pemicu pemimpin bangsa
Untuk tampil di era dunia

Mentari Pagi

Pertiwimu kini tertawa menganak
Menjerit diatas kepuasan
Kasihan darah yang menyatu dengan tanah airmu
Elakkan pengorbananmu

Dimana kobaran merah semangatmu?
Dimana putih suci ketulusanmu?
Pemudamu kini telah pergi
Anak cucumu hanya durhaka
Dia menari dengan malaikat bumi

Jangan menangis untuk hari
Bukti sudah sakit
Kuyakin kasihmu dalam mentari pagi
Tuk memberi arti
Membangunkan perjuanganmu yang mati hati

CERITA MASA LALU

Masa-masa yang pilu..
Perjuangan nyawa yang gigih
melangkah menyerbu menyerang
tak dihiraukan
Kini..

Matahari mersinar terang
tak ada lagi menderita
tak ada lagi tangis pilu..

Cerita-cerita perjuangan
menggambarkan sosok sosok
yang tak dikenal
merebut kemerdekaan ini
Kini semua merdeka
tak ada jajahan
tak ada perang
MERDEKA! MERDEKA!

LEDAKAN ENERGI PERADABAN

Empat syuhada berangkat pada suatu malam,
gerimis air mata tertahan di hari keesokan,
telinga kami lekapkan ke tanah kuburan dan simaklah itu sedu-sedan,
Mereka anak muda pengembara tiada sendiri,
mengukir reformasi karena jemu deformasi,
dengarkan saban hari langkah sahabat-sahabatmu beribu menderu-deru,
Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahu.
Mestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu.
Tapi malaikat telah mencatat indeks prestasi kalian tertinggi di Trisakti bahkan di seluruh negeri,
karena kalian berani mengukir alfabet pertama dari gelombang ini dengan darah arteri sendiri,
Merah Putih yang setengah tiang ini,
merunduk di bawah garang matahari,
tak mampu mengibarkan diri karena angin lama bersembunyi.
Tapi peluru logam telah kami patahkan alam doa bersama,
dan kalian pahlawan bersih dari dendam,
karena jalan masih jauh dan kita perlukan peta dari Tuhan.

PADAMU NEGERI

Padamu negeri
Dari rantau aku menyapamu lagi
Apa kabar hari ini
Engkau bilang masih seperti kemarin hari
Padamu negeri
Dari rantau aku bertanya kembali
Tentang bagaimana esok pagi
Engkau pastikan seperti hari ini
Padamu negeri
Aku kapok tak ingin bertanya lagi
Kalau jawabannya selalu begini
Sampai hari kiamat nanti
Padamu negeri
Mana mungkin aku bisa berjanji
Akan segera kembali membawa nyali
Jika semuanya sudah tak berhati
Padamu negeri
Apalah gunanya memekikkan reformasi
Jika etika masih dirobohkan ambisi
Sehingga seantero negeri jadi taman safari
Padamu negeri
Apalah artinya menggulingkan rezim yang kau maki
Jika yang baru ternyata hanya ambil posisi
Menumpuk harta atas nama ibu pertiwi
Padamu negeri
Mana mungkin engkau tak kelihatan ngeri
Bajingan terminal dikeroyok sampai mati
Bajingan nasional dikembang-biakkan bagai merpati
Padamu negeri
Mana mungkin wajahmu nampak ramah berseri
Jika demi sepiring nasi, orang harus bertarung melawan polisi
Sedangkan demi BMW, orang lain tinggalkan kenakan baju safari
Padamu negeri
Mana mungkin orang kecil tak kan iri
Melihat pejabat dan politisi hamburkan uang di luar negeri
Sedang nelayan, buruh, dan petani makan satu dua kali sehari
Padamu negeri
Aku kapok tak ingin menyapamu lagi
Kalau jawabannya selalu begini
Sampai hari kiamat nanti

Hidupkanlah Terus Garis Kepahlawanan

Hai, mahasiswa-mahasiswa
hai, pemuda-pemuda
yang sedang minum air pengetahuan
dari sumbernya alamamater Gajah mada!
Camkanlah ini!
Bahwa pengetahuan
bahwa ilmu
bahwa pikiran
bahwa teori tiada guna,
tiada ujud
jika tidak dipergunakan
untuk mengabdi kepada prakteknya hidup
Buatlah ilmu berdwitunggal dengan amal
Angkatlah derajat kemahasiswaanmu itu
kepada derajat mahasiswa patriot,
yang sekarang mencari ilmu
untuk kemudian beramal terus menerus
dihadirat wajah ibu pertiwi
Tahukah kamu apa sebab aku sekarang ini bangga?
Bukan terutama karena menjadi Doctor Honoris Causa.
Tetapi aku bangga karena
Almamatermulah yang memanggil aku
Almamatermu! Universitas Gajah Mada
yang dilahirkan di atas persada amal bagi ibu pertiwi
dilahirkan dalam kancah perjuangan ibu pertiwi
Dalam kancah tempat menggumpalnya
kemauan-kemauan nasional
menjadi amal-amal nasional
di dalam kancah tempat menggumpalnya oknum-oknum konstruktif
dari pada Revolusi yang glorius ini,
di dalam kancahnya perjuangan, pengabdian, pengorbanan
di dalam kancah, yang demikian itulah
Gajah Madamu itu dilahirkan
di dalam kancah yang demikian itulah
Gajah Madamu ini menjelma dan bertumbuh
dan aku terharu bahwa Universitet yang demikian itulah
menyatakan apresiasinya atas sumbangan ku kepada ibu pertiwi.
Dan engkau,
engkau adalah, mahasiwa-mahasiswa
pada Universitas Putra Amal Perjuangan
engkau adalah asuhan-asuhannya,
engkau laksana anak-anak rajawali
maka tetap setialah kepada jiwa dan cita-cita indukmu ini.
Sekarang dan kelak
jikalau engkau telah meninggalkan ruangan-ruangan kuliahnya dan
telah masuk ke dalam prakteknya hidup
hidupkanlah terus garis pahlawan
hidupkanlah terus garis perjuangan
Gajah Mada adalah mata airmu
Gajah Mada adalah sumber airmu
tinggalkanlah kelak Gajah Mada ini
bukan untuk mati tergenang dalam rawanya
ketiada-amalan atau rawanya kemuktian diri sendiri
tetapi mengalirlah ke laut
tujulah ke laut
capailah laut
lautnya pengabdian kepada negara dan tanah air
yang berirama, bergelombang, bergelora!
Ambillah,
hai mahaiswa-mahasiswa Gajah Mada
ucapan seorang revolusi Perancis
Menjadi semboyan hidupnya di masa depan:
“Dengan menuju ke laut, maka sungai setia kepada sumbernya”

PAHLAWAN

Hai Pahlawan kami,
Kau selalu melindungi kami
Kau telah berjuang untuk kami
Dan seluruh warga-warga dan teman-teman kami
Juga negara demi kami
Seandainya itu semua
Bukan dari pengorbanan yang rela
Dan semangat para pahlawan kita
Maka negara ini akan hancur selamanya
Jadi, terimalah terima kasih kami semua

Artikel di cari :