Contoh puisi tema bahaya narkoba paling terbaik

Kata-kata say no to drugs

Kata-kata say no to drugs

Puisi anti narkoba – Saat ini bahaya narkoba sangat mengancam para generasi penerus bangsa, tak heran jika banyak gerakan kampanye anti narkoba baik dari pihak pemerintah ataupun ormas dan LSM. Karena bahaya penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa. Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Nah, bagi anda anda yang sedang mencari referensi tentang puisi bahaya narkoba baik untuk tugas sekolah, atau kampanye anti narkoba. Simaklah puisi yang akan kami berikan berikut ini :

Kumpulan puisi tentang bahaya narkoba

Jauhi atau Binasa

Tubuh kering
Otak miring
Akibat obat sinting

Tahu narkoba menyiksa
Tahu narkoba membuat binasa
Sesuai slogan katakan tidak narkoba

Jangan mendekat
Nanti terjerat
Jauhi nanti sekarat

Kawan, narkoba membunuhmu
Hancurkan masa depanmu
Tinggalkan derita pilu

Itu musuhmu, musuh negaramu
Itu musuhmu, musuh hidupmu
Hindari atau terbelenggu

Agar teman tak menjauhimu
Tak ditangkap polisi, orang tua kecewa padamu
Jauhi narkoba selalu

Jauhi atau celaka
Jauhi atau binasa

BAHAYA NARKOBA

HARI MASIH PANJANG
MASA DEPAN YANG KAU IMPIKAN,
NARKOBA YANG KALIAN ISAP
MEMBUAT HIDUP SIA-SIA

SERBUK,
SABU-SABU,
JARUM SUNTIK MAU PUN SUNTIK TAJAM,
MENJADIKAN RASA SAKIT DALAM TUBUHMU.

GANJA DAN NIKOTIN,
MINUMAN KERAS,
MEMBUAT CITA-CITAMU MENJADI HILANG.
TAWA YANG CERIA, MENJADI TANGIS YANG PERCUMA.

SENGSARA YANG DIDERITA,
LEMAH YANG DIRASAKAN,
RESAH DAN PUTUS ASA,
ITULAH YANG KALIAN RASAKAN.

WAHAI SANG PEMAKAI NARKOBA,
APAKAH DIRIMU TIDAK MENDERITA?
KAU HAMPIR GILA,
MASUK PENJARA,
DAN MENUNTUNMU MENINGGAL DUNIA.

SAY NO TO DRUGS

Ku katakan tidak untukmu
kan ku jauhi gaya hidupmu
yang merusak generasiku
yang kan menghancurkan citaku

Fisikmu memang lah sama
hanya dampakmu yang berbeda
menjerumuskan itu kata yang pantas
untukmu yang berkelas

ku katakan tidak untukmu
yang telah merusak generasi kini
oleh zat mu yang menagih
teramat banyak jenismu dikenali

Narkoba, ya itulah namamu
dari kumpulan jenis benalu
yang hanya merusak lalu
ku katakan tidak untukmu

Akan ku jauhi bagaimana cara
demi nasib bangsa indonesia
kukatakan tidak pada narkoba
agar hidup sejahtera

Narkoba Laknat

Kususuri tepian jalan,
Namun tak kutemukan kedamaian,
Kupandangi lautan,
Tapi tak kutemukan ketenangan.

Kapas yang bersih menjadi debu,
Kain yang putih menjadi kelabu,
Kau buat aku tersipu,
Tapi bukan malu!!.

Aku tertunduk tapi bukan takut,
Hanya detak nadiku yang semakin semrawut,
Lemah…,
Resah…,
Bahkan putus asa,
Kau benar-benar membuatku sengsara,
Kau buat aku menderita,
Bahkan nyaris gila.

Kau hanya serpihan debu,
Yang mampu membuatku lesu,
Najiss!!!
Aku sangat membencimu.

YANG TERPENJARA

malam telah mabuk
kelap-kelip lampu diskotik
mengurai problema dan sesak
yang menghimpit tulang belulang
nafas menjadi nafsu berpeluh
hidup kukirim keruang kosong tanpa budaya
maka aku adalah pemilik bumi
sampai malam mengantar gincumu keperaduan
dibalik gemerlap itu
aku terpenjara

segelas minuman hangat
mengobati gelisah yang meracuni magrib
sebab kau pergi tanpa sepatah kata
lalu sepatuku
terluka ditepi jalanan
kerikil tajam
menggores percakapan kita tentang kebahagian para nelayan
yang mengarungi samudera luas
dalam dekap kehangatan itu
aku terpenjara

ketika kau suntikkan cairan itu dijasad ku
pergilah aku kedalam sunyi pengasingan
aku kian terluka

Tuhan….
ku mulai menghempas tubuh ini pada dinding penjara
ku mulai melafalkan bait-bait kebesaran
ku mulai meletakkan hina wajah ini di tanah
Mu
bersujud
dan bukalah pintu ini
aku terpenjara

SAKAU

kebencian
yang datang tanpa mengetuk pintu
mencekik subuh
memanggang magrib dan menelan Isya’ dalam bara
api yang menyala-nyala

detik memukul lonceng kematian
berdentang
menendang
memekakkan telinga jagat raya
apakah makna hidup pada saat kematian menemukan kuncinya

oooo
betapa perih kenyataan
sungai mengalirkan limbah kecerobohan
dari tanda tanya akan keindahan
lalu berubah menjadi
pengulangan rasa
ketagihan

ooo
sakau
bangkitkan aku dari kematian
mati rasa mati jiwa dan mati cinta
kembalikan aku pada
kehidupan

Contoh puisi tema bahaya narkoba paling terbaik