Contoh puisi tentang pentingnya kesehatan

Saturday, November 19th 2016. | Puisi
Puisi bebas tema kesehatan

Puisi bebas tema kesehatan

Karangan puisi bertema kesehatan –┬áKesehatan merupakan hal yang terpenting di lingkungan masyarakat. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa kesehatan hanya berkaitan dengan tubuh saja. Namun, nyatanya tidak demikian. Kesehatan merupakan sebuah kondisi fisik dan juga mental yang sejahtera.

Kebahagiaan dan pikiran yang positif juga merupakan beberapa kriteria dari kondisi kesehatan. Untuk menciptakan kondisi kesehatan yang seperti itu, terkadang untuk beberapa orang merupakan sesuatu yang sulit, karena sebenar-benarnya tidak mudah bagi seseorang untuk dapat terus hidup dalam kondisi perasaan yang berbahagia dan kondisi pikiran yang positif. Untuk mempermudah menciptakan kondisi tersebut, secara perlahan-lahan kita bisa menciptakannya dengan meluapkan perasaan dan pikiran lewat puisi.

Kumpulan puisi tentang kesehatan terbaik

Kesehatan Memang Menentukan

Tulang-belulang serasa ngilu,
Sendi-sendi terasa kaku,
Kepala seperti digodam palu,
Lidahku pun pahit dan kelu.

Aku ke dokter sore tadi,
Diberi obat untuk tujuh hari,
Diminta pantang itu dan ini,
Semoga sembuh sehat kembali.

Sambil berbaring aku tulis puisi,
Sebagai tambahan obat di hati,
Namun menyusunnya sulit sekali,
Kata-kata seolah bersembunyi.

Kesehatan memang menentukan,
Semua yang akan kita lakukan,
Meski terkadang sulit dihindarkan,
Perilaku sehat akan meminimalkan.

Penyakit

kau datang secara tiba-tiba
terkadang tak terasa
terkadang pula memberikan rasa yang berlebihan
sungguh menyakitkan

ketika semua terasa dalam tubuh
kau akan hilang dengan dihadang oleh musuhmu
tak sanggup rasanya jika kau terus bersembayam di tubuh ini
pergilah pergilah pergilah,, dan jangan kembali

musuhmu memberikan kebaikan kepada kami
doa dan obat lah yang memberikan kebahagiaan
kesembuhan yang datang ketika kamu pergi
sembuh, sembuh,sembuh… amin

TONG SAMPAH

Sungguh serakah lagi angkuh
Sebar puntung menimbun rumah
Sudah lupa tempat buang hajat
Pamerkan yang terbuang terkapar di sembarang tempat

Tong sampah gagu termangu
Terpaku tatap yang berlalu
Taat menanti yang dibuang
Mengharap ada suguhan buat lalat yang datang

Tong sampah kosong terpojok kalah
Sudah berkarat menanti berkah
Ternyata banyak yang tak acuh
Berlalu membekap lagi melahap sampah

Anugerah Terlupakan

Kukalungkan kesombongan di hatiku

Megah dengan kuasa diri yang angkuh
Jasad ini begitu tegap menjajah bumi
Tiada luka nan sakit yang menempel jasmaniku

Sungguh, rohaniku telah tertipu
Dalam kedangkalan ilmunya
atau sebab takabarnya jiwa
Anugerah itu terlupakan

Dalam rasa sehat
Aku lalai bahwa sehat adalah rizki
Yang terlupakan untuk di syukuri
Dalam rasa sehat
Ada rasa indah dalam kebebasan

Namun dalam rasa sehat
Seringkali membawa tinggi hati
Bahwa kita tak pernah mati
Atau takdir bisa mengintip dari balik kemungkinan

Ah,
kini ketika semuanya terjadi
tingal meringkuk menunggu mati
Berharap rasa sakit ini terhenti
Hingga ajalku datang segera kapanpun nanti

Sebelum Nafasmu Terhenti

Jadikan wujud ragamu sebagai wujud jatidiri
Dalam senyap kediamannya
Jasad ingin dimengerti oleh dia yang memiliki

Duhai jiwa – jiwa yang lalai pada hak tubuh
Yang dengan asap – asap rokok kau recuni paru – parumu
Dengan mata terbuka sepanjang malam kau lelahkan mata dan akalmu
Dengan kebaikan yang bernafsu hingga lupa pada hak jasadmu

Ingatlah,
Tuhan tak menciptakan segala sesuatu tanpa sebab
Maka sebelum nafasmu terhenti
pastikan nafasmu bukan nafas pesakitan
Pastikan tubuhmu hidup dalam kesejahteraan

Perjuangan tak perlu mengorbankan badan
Kesenangan tak perlu merelakan kesehatan
Kehendakmu tak perlu menyiksakan raga

Sang Alam Hidup

Bergetar segera sebuah kampung
Bercarut marut dalam takut
demam itu berdarah
Bahkan menyisakan kematian

Tangis membahana seperti hujan di kala kemarau
Ketenangan yang diselimuti rintihan
Menghantui manusia – manusia yang lalai
Hingga kemudian virus itu merayap bebas menggenangi kumpulan jiwa

Ah,
Sang alam hidup
Bagaimana engkau dicampakkan
Bahkan dirimu ternodai oleh sisa sisa kotoran manusia
Sampah sampah tak terhitung dilemparkan kepadamu

Lalu lihatlah bagaimana Tuhan menghukum
Lewat udara yang tak lagi segar
Dengan penyakit yang kian beragam
Lalu kematian yang kian mengerikan

Artikel di cari :