Pidato kata sambutan halal bialal formal dan singkat

Tuesday, July 19th 2016. | Pidato
Susunan  acara halal bihalal

Susunan acara halal bihalal

Kumpulan kata sambutan halal bialal – Sebuah kata sambutan pidato tentunya sangat penting keberadannya dalam pidato. Sambutan merupakan bagian yang wajib ada dalam sebuah pidato singkat. Tentunya Anda akan merasa kurang enak apabila dalam berpidato tidak ada sambutan, karena memang dengan adanya sambutan membuat pidato yang dibawakan lebih sopan dan profesional.

Alangkah baiknya, khususnya bagi Anda yang muslim dalam membuat sebuah kata sambutan tentunya harus disertai dengan ucapan Assalamu’alaikum agar lebih sopan.

Contoh pidato halal bialal lengkap

Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur marilah kita kirimkan kehadirat Allah SWT, Tuhan pencipta dan pemilahara alam. Karena hanya semata-semata pertolongan-Nya, pagi hari ini kita dapat berkumpul dalam acara halal bi halal. Semuanya dengan wajah berseri-seri, nampak lebih akrab satu dengan lainnya.

Semoga suasana yang indah dan damai, dapat kita kembangkan lagi, terutama sesudah kita bersama melaksanakan ibadah puasa bulan suci Ramadhan.

Saudara-saudari yang berbahagia….

Halal bi halal bagi kita bangsa Indonesia adalah merupakan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang kita, yang digali dari bumi pertiwi tercinta ini. Meskipun acara semacam ini termasuk tradisi, tetapi yang jelas manfaat dan maslahatnya besar sekali, maka hal itu tidak dilarang oleh agama.

Salah satu hikmah yang dapat kita petik lewat halal bi halal ini ialah terciptanya ukhuwwah, tergalangnya persaudaraan yang lebih akrab diantara sesame kita. Rasa sakit hati yang pernah timbul umpamanya, akan musnah apabila kita saling mengikhlaskan dan melupakan perbuatan yang lalu. Dan akan lebih baik lagi jika disertai dengan acara saling berjabat tangan.

Rasulullah saw.pernah bersabda :
Yang Artinya:
“ Berjabatlah tanganlah kamu sekalian, sesungguhnya berjabat tangan itu dapat menghilangkan dendam dalam hati” (H.R. Al Bajhaqi).

Berjabat tangan yang dapat menghilangkan rasa dendam, sebagai penawar hati yang luka, harus dilaksanakan dengan penuh keakraban. Selain tangan bertemu tangan, harus diikuti mata saling memandang, lisan saling mendoakan dan hati saling mencinta. Untuk itu jangan sampai terjadi seorang berjabat tangan tetapi wajahnya tidak melihat wajah orang yang diajak berjabat tangan.

Saudara-saudari yang dirahmati Allah….
Sebagai seorang yang beragama, sudah barang tentu tidak hanya mementingkan untuk senantiasa berbuat baik dengan manusia ataupun makhluk si sekitarnya saja. Akan tetapi disamping itu, dia wajib pula mengabdi, menghambakan diri kepada Allah SWT. Jelasnya kewajiban manusia mengabdi kepada Allah, sama dengan wajibnya manusia berbuat baik kepada sesama makhluk hidup.

Hal itu seperti firman Allah SWT. Dalm surat Ali imran, ayat 112.
Yang artinya :
“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepda agama Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia…”(Ali imran: 112).

Meskipun sementara orang mengatakan: “ what is name”,apa arti sebuah nama, tetapi nama syawal bulan ke sepuluh Hijriyyah, mengandung tuntutan agar manusia meningkatkan amal ibadahnya. Karena Syawal itu artinya berkembang atau tumbuh atau peningkatan.

Kalau selama bulan Ramadhan kita sekalian melaksanakan segala tuntutan Allah sesuai dengan kesucian bulan itu sendiri, berarti kita telah membakar dosa, membakar noda, kita telah menggilas habis-habisan segala nafsu syaithaniyah. Maka inilah saatnya kita mengisi kesucian hati kita ini dengan amal shalih.

Saudara-saudari yang berbahagia..
Sekiranya manusia sudah mampu menjalin hubungan baik kepada Allah dalam garis vertikal, dalam arti segala dosa sudah kita selesaikan lewat amal soleh dan dilanjutkan menjalin hubungan yang harmonis kepada sesama manusia dalam garis horizontal, antara lain lewat halal bihalal semacam ini, Insya Allah kita termasuk orang yang idul fitri, yakni kembali fitrah. Kembali tidak mempunyai dosa orang yang Idul Fitri. Kembali tidak mempunyai dosa seperti sewaktu kita lahir dari kandungan ibu kita masing-masing.

Demikianlah, Ramadhan bulan membakar semua dosa, syawal bulan peningkatan amal dan Idul Fitri kembali fitrah, sudah kami singgung serba sedikit. Dengan satu imbauan dan harapan mudah-mudahan kita mampu mengisi dan memanfaatkan sisa hidup kita ini dengan sebaik-baiknya.

Ikhawani wal akhwat rahimakumullah..

Sebelum saya mengakhiri halal bi halal ini, saya meyampaikan ucapan : “Selamat Idul Fitri 1433 H”, mohon maaf lahir dan batin. Semoga semua amal baik dan semua ibdah kita pahalanya dilipatgandakan oleh Allah Swt. dan segala khilaf dan dosa mendapat mengfirah dari Allah Rabbul alamin.
Amin Allahumma amin..

Akhirulm kalam,
Billahit taufiqu wal hidayah.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Artikel di cari :