Naskah pidato dalam rangka memperingati hari kartini

Raden ajeng kartini

Raden ajeng kartini

Teks pidato hari kartini – RA kartini tokoh pahlawan emansipasi wanita indonesia siapa sih yang tidak mengenalnya? Bahkan setiap tahunnya di peringati sebagai hari kartini, pada tanggal 21 april. Lahir dari keluarga bangsawan, ia gunakan kesempatan itu untuk memajukan perempuan pribumi Jawa. Ia meninggal pada usia 25 tahun dan hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Kartini. Wanita yang lahir di Jepara, 21 April 1879 ini berasal dari keluarga priyayi atau bangsawan Jawa. Ia putri dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M. A. Ngasirah

Untuk itu kita sebagai penerus bangsa dapat mencontoh sikap ibu kartini tersebut, tinggal beberapa hari lagi kita akan memperingati hari kartini yang jatuh pada tanggal 21 april 2018. Banyak sekali cara untuk memperingati hari kartini baik di sekolah maupun lingkungan kantor, salah satunya dengan pidato. Seperti berikut ini :

Contoh pidato memperingati hari kartini

Pidato 1

Assalamualaikum Wr.Wb.

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah,
Yang terhormat Bapak Ibu Guru Staf karyawan,
Dan teman-teman ku yang saya cintai.

Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya. Teramat sangat terucap syukur yang sedalam-dalamnya atas kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita kebahagian, kesehatan, dan kemasyuran yang tiada hentinya sehingga berkat kemurahan hati-Nya kita mampu hadir diruang ini tanpa kurang suatu apapun. Tak lepas pula shalawat yang selalu kita sanjung agungkan kepada tauladan umat islam di seluruh jagad raya ini, nabi Muhammad SAW yang selalu dan selalu kita nantikan pertolongannya di hari akhir nanti.

Tepat pda hari ini tanggal 21 april merupakan hari kelahiran R.A Kartini. Sampai saat ini siapakah diruangan ini yang ttidak mengenal beliau ?. Tentu setiap kita sudah tidak asing lagi untuk nama yang satu ini, betapa tidak, sejak usia dini dimasa taman kanak-kanak dahulu sering kali kita memperingati hari kelahiran beliau dengan sebutan “hari kartini”. Di hari itu, semua anak-anak serempak memakai pakaian kebaya khas R.A Kartini.

Sejarah panjang yang telah dilakukan oleh beliau walaupun beliau meninggal dalam usia yang masih muda tidak bisa kita lupakan begitu saja. Karena berkat apa yang telah beliau lakukan mampu mengubah kesetaraan gender diindonesia serta beliau juga dikenal sebagai pelopor kebangkitan wanita.

Dampak dari perjuangan R.A Kartini yang dapat dirasakan hingga saat ini sesuai dengan buku karangannya yang berjudul “habis gelap terbitlah terang”. Dimana sejak saat itu, pelita akan keseimbangan antara wanita dan pria makin bersinar. Wanita akhirnya mampu membuktikan bahwa mereka tidak hanya dilahirkan unutk bergemul didalam rumah menunggu takdir dan menjalankan kewajiban melayani serta berpendidikan rendah.

Berkat kegigihan dari R.A Kartini ini, Indonesia kini memiliki seorang yang mampu menunjukkan kepada tidak hanya kaum lelaki dinegaranya tetapi juga menunjukkan kepada dunia bahwa wanita juga mampu unutk menjadi setara dan nomor satu. Sebagai contoh nyata, kita memiliki wanita kuat seperti ibu Sri Mulyani. Dimana kini beliau pindah untuk membuktikan bahwa apa yang selama ini dipandang sebelah mata kepada wanita mampu untuk ditangkis dengan segala kemampuan dari beliau.

Perjuangan yang sejauh ini dilakukan oleh R.A Kartini wajib kita teladani, namun jangan lupa dan terbuai bahwa apa yang telah dilakukan oleh beliau belum sepenuhnya selesai. Karena, tugas itu harus kita lanjutkan, dimana masih banyak wanita-wanita di Indonesia yang masih dipandang sebelah mata dan dianggap rendah oleh orang-orang disekitarnya. Tentu hal ini perlu kita selesaikan bersama, agar mereka juga memiliki penghidupan yang layak seperti yang telah dirasaka sebagian besar dari wanita di Indonesia dilain wilayah.

Oleh sebab itu marilah kita tingkatkan partisipasi kita terhadap gelora pembangunan sekarang ini. sehingga cita-cita Kartini segera dapat terwujud.

Itu saja yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini, kurang lebihnya saya minta maaf. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari peringatan Hari Kartini ini.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Pidato 2

Assalamulaikum wr. wb

Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua

Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul dalam rangka memperingati Hari Kartini dalam keadaan sehat walafiat.

Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin.

Pada kesempatan yang baik ini, izinkanlah saya menyampaikan sebuah pidato tentang menyingkap makna menjadi perempuan terdidik di hari Kartini. Semoga pidato yang disampaikan dapat menginspirasi dan memberikan pencerahan kepada kita semua tentang pentingnya mengambil semangat kartini untuk menjadi perempuan terdidik sebagai penerang peradaban.

Hadirin yang berbahagia,

Hari ini merupakan hari bersejarah bagi perempuan Indonesia, 21 April merupakan simbol perjuangan Kartini dalam melawan dan melepaskan diri dari feodalisme yang dinilai mengekang hak-hak perempuan.

Hadirin yang berbahagia,

Setiap tahun kita memperingati hari kartini yang diikuti dengan perayaan dan kegiatan-kegiatan seremonial seperti lomba-lomba menarik yang diselenggarakan oleh perangkat desa atau beberapa pihak lainnya,

Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana kita sebagai perempuan Indonesia memaknai hari kartini? Atau jangan-jangan kita terlalu berfokus pada hal-hal seremonial sehingga melupakan hal-hal yang lebih esensial dengan mengabaikan jawaban tentang makna menjadi ‘perempuan’ di hari Kartini?

Hadirin yang saya hormati,

Kartini adalah sosok perempuan yang dengan pendidikannya di keraton dan sekolah eropanya mampu berpikir progressif bahwa tak seharusnya sosok perempuan hanya berkutat pada kasur, dapur dan sumur. Kartini merasa risau dengan adat budayanya yang memaksa perempuan yang menginjak usia remaja harus menjalani pingitan dan dengannya ia dikurung di dalam rumah dan diputuskan dengan aksesnya terhadap masyarakat luar.

Selain itu, mungkin tidak asing bahwa Kartini sering dielu-elukan sebagai emansipator yang mengusung konsep kesetaraan. Lalu bagaimana konsep kesetaraan yang dimaksud, apakah jika laki-laki menjadi sopir taksi perempuan pun harus menjalani profesi yang sama?

Hadirin yang berbahagia,

Kiranya, hari Kartini bukan hanya tentang menjadi apa yang laki-laki bisa capai melainkan tentang kesetaraan untuk dapat menjadi manusia beradab dengan mendapatkan kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan. Kiranya, menjadi perempuan terdidik adalah pesan utama dari perjuangan Kartini.

Dalam suratnya Kartini menulis,’’ Dari perempuan lah pertama-tama manusia itu menerima didikannya, diharibanyalah anak itu belajar merasa, berpikir, dan berkata-kata.

Kemudian beliau pun melanjutkan,’’ Dari perempuan lah manusia pertama-tama menerima pendidikan. Di pangkuan perempuanlah seseorang mulai belajar merasa, berpikir dan berkata-kata. Dan makin lama makin jelaslah bagi saya, bahwa pendidikan yang mula-mula itu bukan tanpa arti bagi seluruh kehidupan. Dan bagaimanakah ibu bumi putera dapat mendidik anak-anaknya, kalu mereka sendiri tidak menerima pendidikan?
Hadirin yang berbahagia,

Mungkin menjadi jelas bagaimana Kartini peduli akan pentingnya menjadi perempuan terdidik sehingga dalam prosesnya beliau sempat mendirikan sekolah yang diperuntukan untuk mendidik perempuan di sekitar wilayah keraton. Begitu pentingnya pendidikan bagi perempuan, hingga kartini berucap melalui suratnya,

Berilah pendidikan pada kaum perempuan jawa, gadis-gadis kami. Didiklah budinya dan cerdaskan pikirannya. Jadikanlah mereka perempuan yang cakap dan berakal, jadikanlah mereka pendidik yang baik untuk keturunan yang akan datang. Dan bila Pulau Jawa mempunyai ibu-ibu yang cakap dan pandai, maka peradaban suatu bangsa hanyalah soal waktu saja.

Hadirin yang berbahagia

Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan, semoga kita bersama dapat meneruskan estafet perjuangan Kartini dengan berusaha menjadi perempuan terdidik yang mampu mendidik generasi bangsa menuju peradaban yang lebih beradab.
Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan, segala kekurangan dan kelebihannya saya mohon maaf dan terima kasih.

Wassalam, Wr. Wb

Pidato 3

Yang Terhormat Kepala Sekolah….
Yang saya hormati para guru dan karyawan SDN….
Yang saya banggakan para siswa siswi SDN….

Assalamualaikum Warrah matullahi wabarakatuh

Rasa syukur terhadap kebesaran Tuhan semesta Alam, Allah Subhanallahu wataala senantiasa kita haturkan melalui lisan maupun perbuatan atas nikmat dan karunia yang selalu terlimpah pada kita

Shalawat dan salam selalu terucap kepada Rasulullah Muhammad Salallahu Wassalam, semoga kita selalu mendapat syafaatnya pada hari kiamat.

Anak-anakku, siswa SD N….. yang saya banggakan, berbahagia sekali pada kesempatan pagi ini, 21 April 2017 kita semua berkumpul dalam rangka peringatan Hari Kartini. Tanggal tersebut merupakan hari kelahiran sang pahlawan emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini, 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Saat itu, ayahnya adalah seorang Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ibunya bernama M.A. Ngasirah putri dari Kiai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur Jepara.
Semasa hidupnya, Raden Ajeng Kartini hidup dalam lingkungan keluarga bangsawan. Akan tetapi, ketika beranjak remaja, Raden Ajeng Kartini menemukan banyak kejanggalan yang tidak sesuai dengan hati nuraninya

Raden Ajeng Kartini melihat sebuah kondisi yang dianggapnya melanggar nilai-nilai kemanusiaan. R.A. Kartini menganggap bahwa perempuan pada zamannya hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Salah satu hal yang membuatnya merasa ingin berontak terhadap norma yang berlaku adalah ketika dia hanya diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan hanya sampai tingkat Sekolah Dasar. Karena tidak ada gunanya bersekolah tinggi karena akhirnya para perempuan itu hanya akan merawat anak, merawat suami, memasak di dapur, mencuci piring dan semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Bahkan pada saat itu, perempuan pada usia 12 tahun harus dipingiat.

Perempuan juga dilarang bekerja menjadi amteenar (PNS) dan tidak diperbolehkan memiliki cita-cita tinggi lainnya. Semua ketidakadilan itu membuat hati Kartini merasa sangat sedih. Ia lalu menulis surat kepada sahabatnya di negeri Belanda yang berisi kegelisahannya terhadap kondisi perempuan Indonesia. Ia menghendaki agar perempuan memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan kaum pria, tidak sekadar hanya sebagai pengurus rumah tangga.

Perjuangan Kartini, tidak berhenti di situ, untuk mengangkat derajat kaum perempuan, beliau mendirikan banyak sekolah khusus perempuan seperti sekolah menjahit, menyulam dan lain-lain.
Akan tetapi, Perjuangan Kartini harus terhenti, pada tanggal 17 September 1904 Raden Ayu Kartini meninggal dunia dalam usia 25 tahun setelah melahirkan putra pertamanya. Marilah sejenak kita mendoakan beliau agar senantiasa mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dengan membaca Alfatihah bersama-sama.

Alfatihah……

Selesai….

Untuk itu, anak-anakku semua, perjuangan Kartini, harus diteruskan oleh kalian semua, jangan malas, giatlah belajar, bersemangatlah mengikuti pelajaran, jangan lupa mohon doa restu orang tua adan berdoa agar cita-cita kalian tercapai.

Demikian yang bisa saya sampaikan, atas kesalahan yang terucap saya mohon maaf.

Wabilahi taufik walhidayah, wassalamualaikum Warrahmatullahi wabarakatuh

Naskah pidato dalam rangka memperingati hari kartini