Contoh pidato sambutan memperingati isra mi’raj

Teks pidato isra miraj

Teks pidato isra miraj

Pidato dalam rangka isra mi’raj 2018 – Tanggal 27 Bulan Rajab merupakan tanggal peringatan Isra’ Mi’ra’ Nabi Muhammad SAW. Peringatan Isra’ Mi’raj ini merupakan dimana sejarah Nabi Muhammad menerima perintah shalat dari Allah SWT. Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj ini nabi Muhammad SAW ditemani oleh Malaikat Jibril dengan mengendarai Burok. Peringatan Isra’ Mi’raj ini kita peringatai sebagai suatu pengingat kita akan pentingnya shalat, karena shalat adalah perintah langsung dari Allah SWT. Maka dari itu kita sebagai umat muslim tidak boleh meninggalkan shalat.

Acara peringatan Isra’ Mir’aj ini selalu ada rangkaian pidato sambutan atas nama ketua panitia penyelenggara acara pengajian tersebut. Maka, dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa contoh pidato memperingati isra mi’raj menyentuh hati. Seperti berikut ini :

Naskah pidato memperingati isra isra mi’raj

Contoh 1

Assalamu’alikum wr.wb.

Bapak bapak, ibu-ibu, saudara saudara umat islam yang berbahagia!
Pada malam ini patutlah kita semua mengucapkan syukur kehadirat Allah swt, karena atas limpahan rahmat, hidayah dan inayahnya kita semua dapat berkumpul disini tepat dalam rangka memperingati hari besar islam isro’ mi’roj Nabi besar muhammad saw, dalam keaadaan sehat wal’afiat, dan semoga acara pada malam ini berlangsung dengan baik dan lancar.

Hadirin yang berbahagia !

Kita sekarang sudah masuk dan berada pada bulan rojab, dimana pada bulan ini terdapat peristiwa sejarah yang harus kita kenang dan kita ambil suri pelajarannya yaitu peristiwa isro’ mi’roj Nabi Besar Muhammad saw.

Isro’ berarti perjalanan diwaktu malam dari majidil haram Di mekah menuju masjidil aqsa di palestina dengan mengenderai buroq. Sedangkan mi’roj berarti perjalanan rasulullah saw naik ke langit ke tujuh sampai di sidratul muntaha, dan akhirnya sampai ke mustawa.

Peristiwa isro’ mi’roj ini merupakan hari bersejarah bagi umat islam ketika Nabi Muhammad saw sempat berhadapan dengan allah swt, untuk menerima wahyu yang mengandung perintah sholat lima waktu dalam sehari semalam.

Hadirin yang berbahagia!

Didalam peristiwa isra’ mi’raj ini kita memperoleh spelajaran, bahwa untuk memperjuangkan agama allah Benar benar dibutuhkan muslim yang sejati, teguh pendiriannya dan kuat imannya. Dalam hal ini pengikut pengikut Rasulullah saw telah di uji oleh allah swt dengan adanya peristiwa isro’ mi’roj yakni apakah mereka mempercayainya dan bertambah iman ataukah mengingkari kebenarannya. Sehingga dengan demikian ibarat emas dapat kelihatan mana yang asli (murni) dan mana yang imitasi, mana pengikut nabi yang setia dan sejati, dan mana pengikut yang ingkar, mana yang benar benar sanggup mendampingi Nabi dan mana yang tidak.

Hadirin kaum muslimin yg saya hormati! Dengan uraian diatas, kiranya kita dapat jadikan sebagai bahan pertanyaan bagi kita masingmasin, sudah pantaskah kita mengaku ngaku sebagai muslim yang tangguh, padahal kita belum pernah menghadapi ujian sebagaimana yang telah dihadapi para sahabat nabi. Adakah kita telah siap dan sanggup dikatan muslim sejati, ataukah hanya cukup puas muslim yang lemah pendiriannya??? Jawabannya di dalam hati kita masing-masing.

Hadirin yang kami hormati!!! Sebagaimana orang-orang terdahulu telah diuji keimanannya oleh allah swt. Lalu sekarang kapankah kita menghadapi ujian seperti itu???
Kita tidak tahu persis, teatapi yang jelas, nabi Muhammad saw telah memberi isyarat kepada Kita semua, bahwa di akhir zaman nanti yakni zaman sekarang ini sudah termasuk zaman akhir yang akan terjadi berbagai fitnah yang mengharuskan kita untuk berwaspada agar jangan sampai menjadi korban hilangnya keimanan.

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda, yang artinya:
“ bergegaslah kalian untuk beramal shalih, sebab (pada saatnya) nanti akan terjadi fitnah bagaikan potongan potongan malam yang gelap gulita. Dan pada saat itu orang yang pada pagi harinya beriman dan pada sore harinya menjadi kafir, dan pada sore harinya ia masih beriman kemudian pada pagi harinya ia menjadi kafir, ia jual agamanya dengan harta benda (lemewahan dunia)”.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara sekalian yang kami hormati !

Untuk menghadafi datangnya fitanh yang bersumber dari kemewahan dunia ini, Nabi Muhammad saw telah menganjurkan kepada umatnya untuk bergegas atau memperbanyak amalan yang sholeh, jangan menunda tau membuang kesempatan, isilah kesemapatan itu mengerjakan amal sholeh. Amal sholeh adalah bentengnya iman. Semakin banyak amal sholeh, maka semakin kuat imannya.

Hadirin hadiratyang kami hormati !

Memang proses goyahnya iman seesorang banyak berlatar belakang karena pengaruh duniawi. Oleh sebab itu Rasulullah saw mngingatkan kepada kita semua dalam haditsnya yang artinya :
“ sesungguhnya yang paling aaku kahawatirkan atas kalian sepeninggalku nanti adalah terbuka lebarnya kemewahan dunia dan keindahannya”

Oleh sebab itu marilah kita penuhi seruan Rasulullah saw itu, dengan memperbanyak amal sholeh, terutama sekali memperbanyak mal sholeh pada bulan rajab ini, yakni bulan yang penuh dengan kemuliaan.

Akhirnya tidak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih atas segala bantuannya, baik yang berupa moriil atau sprituil, sehingga peringatan isro’ mi’roj ini terselenggara denagn baik.

Demikian sepatah dua kata yang dapat kami sampaikan, bila dalam sambutan tadi terdapat suatu ke khilafan, sudilah kiranya para hadirin memakluminya. Akhirnya wabillahit taufiq walhidayah.

Wasssalamualaikum wr.wb.

Contoh 2

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa bihi nasta’iinu ‘alaa umuuriddunya waddiin, wash shalatu was salamu ‘alaa asyrafil anbiyai wal mursalin, wa ‘ala aalihi wa ash-habihi ajma’in, amma ba’du

Yang terhormat bapak KH……, para alim ulama yang saya ta’ati saudara, bapak, ibu hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur yang sedalam dalamnya kehadirat Allah swt. yang telah memberikan rahmat taufiq dan hidayah-Nya juga kesehatan dan kesempatan kepada kita sehingga pada saat ini kita bisa berkumpul di tempat ini dalam rangka memperingati hari besar Islam, yaitu Isra’ Mi’raj Nabi besar Muhammad saw. tanpa ada suatu halangan apapun. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan Nabi ku Muhammad saw. yang telah mengeluarkan manusia dari gelap gulita kekafiran menuju cahaya kebenaran yang terang benderang, yaitu agama Islam.

Selanjutnya, saya sampaikan terimah kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan kesempatan kepada saya, atas nama panitia penyelenggara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhamma saw. untuk menyampaikan kata sambutan dalam acara acara ini.

Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati. Atas nama panitia penyelenggara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. kami menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam penyelenggaraa peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. baik yang berupa tenaga maupun harta benda, materiil maupun spirituil sehingga acara ini dapat terselenggara pada malam hari ini. Semoga amal saudara bapak dan ibu semua diterima oleh Allah swt. dan dicatat sebagai amal salih, dan mendapatkan balasan yang lebih baik dari Allah swt. amin.

Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati. Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, hendaklah mampu menggerakkan perenungan kita mengenai corak intelektualitas kita dan apa yang lama ini kita jadikan sebagai ukuran dalam menilai suatu kebenaran. Hal ini menjadi penting kita lakukan untuk menjaga keimanan kita agar tidak terjadi kegoncangan dan pengikisan.

Sebagai manusia kita harus menyakini dengan penuh kesadaran akan kemahakuasaan Allah swt. sehingga kita sadar betul akan posisi kita sebagai makhluk yang sangat lemah dan memiliki banyak keterbatasan. Karena manusia memiliki kecenderungan menyombongkan intelektuàlitasnya, merasa serba tahu dan serba bisa. percayaan kepada diri sendiri sering kali melampaui batas kepanndaian yang disandangnya. Betapapun tingginya ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dicapai oleh manusia jangan sampai membuatnya kehilangan kendali, terbius dan merasa paling tahu mengenai sesuatu. Sebab betapapun tingginya ilmu pengetahuan yang dicapainya itu hanyalah sedikit, sebagaimana telah diingatkan Allah swt. dalam firman-Nya: “Dan tidaklah kamu diberi pengeliiian melainkan sedikit.” (QS. Al-Isra’: 85).

Akhirnya, sebagai panitia penyelenggara peringatan Isra’Mi’rajNabibesar Muhammad saw. pada malamhari ini, mohonmaafkepada semua pihak atas segala kesalahan dan kekhilafan sarta kurang lebihnya dalam penyelenggaraan peringatan malam ini.

Ihdinas shitathal mustaqiim, tsummas salamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Contoh pidato sambutan memperingati isra mi’raj