Contoh puisi pendek tentang petani 3 bait edisi paling baru

Sunday, September 11th 2016. | Puisi
Sajak puisi petani

Sajak puisi petani

Kumpulan puisi bertemakan petani 2016 – Di negeri indonesia tercinta ini banyak sekali kekayaan alam yang dapat di olah, salah satunya adalah sawah. Karena sawah adalah media untuk menanam pangan padi makanan pokok bangsa indonesia. Tak heran jika petani kita mempunyai jasa yang sangat besar untuk mencukupi kebutuhan beras.

Setiap orang bisa menjadi petani (asalkan punya sebidang tanah atau lebih), walau ia sudah punya pekerjaan bukan sebagai petani. Maksud dari kalimat tersebut bukan berarti pemilik tanah harus mencangkul atau mengolah sendiri tanah miliknya, tetapi bisa bekerjasama dengan petani tulen untuk bercocok tanam di tanah pertanian miliknya. Apabila ini diterapkan, berarti pemilik tanah itu telah memberi pekerjaan kepada orang lain walau hasilnya tidak banyak. Dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain.

Puisi tema petani yang menginspirasi

Petani

demi butiran padi beliau berjuang
demi jutaan makhluk hidup di dunia
tetes keringat rasa lelah tak dihiraukan
genapkan kebutuhan dalam hidup

sekuat tenaga menggarap tanah
berjerih payah membajak sawah
meratakan tanah bergelombang
menimbun tanah yang berlubang

sorak sorai gembira riang
pertanda musim panen
letih lelah seakan terbayarkan
tiada beliau tak kenal nasi

Jasa Petani

Kala mentari muncul
Kau sudah bekerja keras
Untuk menghidupi keluargamu
Untuk kebutuhan masyarakat

Begitu banyak yang kau korbankan
Mulai dari waktumu ,tenagamu
Dan keuanganmu
Semua kau lakukan demi masyarakat

Pada waktu padi menguning
Kau harus menjaga sawahmu
Dari tikus, burung dan yang menggangumu
Trima kasih.. oh.. ! petani, atas jasa – jasamu

Pak tani

Jasamu sungguh besar
Menyediakan beras untuk masyarakat
Kau tak kenal rintangan
Tak peduli terik matahari membakar kulitmu
Demi sebutir beras untuk mencukupi kebutuhan hidup

Tak banyak manusia yang menyadari bahwa jasamu sungguh besar
Mereka hanya tau beras yang sudah siap dijadikan nasi
Tak tau bagaimana cara pembuatannya yang cukup rumit
Kau tak pernah lelah membajak sawah menggunakan kerbau
Berkeliling- keliling demi sesuap nasi
Keluarga dirumah sudah menanti datangnya makanan

Nasi

Nasi terhidang di meja
Kita santap setiap hari
Beraneka ragam hasil bumi
Dari manakah datangnya

Dari sawah dan ladang di sana
Petanilah penanamnya
Panas terik tak mengapa
Masyarakat butuh pangan

Terimah kasih bapak tani
terimah kasih ibu tani
Tugasmu sungguh mulia

Cangkul petani

Kala senja kau pergi
Kala petang kau datang
Kau pergi dengan lapar
Kau pulang dengan letih

Dalam susah kau bekerja
Dalam senang kau bekerja
Sungguh kau sangat berguna
Cangkul adalah sahabatmu

Padi adalah gurumu
Gubuk tempat tinggalmu
Dan orang-orangan sawah mainanmu

Kala senja kau pergi
Kala senja kau pulang

Besar jasamu tak terlupakan
Semoga lanjut di hari yang datang

Artikel di cari :