Contoh puisi pendek islami dan religi terbaik

Thursday, August 11th 2016. | Puisi
Gambar kata puisi pendek islami

Gambar kata puisi pendek islami

Kumpulan puisi pendek islami 2016 – Puisi islami merupakan salah satu karya sastra berupa puisi yang memiliki kandungan makna tentang kebaikan-kebaikan dalam pandangan ajaran agama islam. Tema yang banyak diangkat kedalam sebuah puisi islami yaitu seperti tentang pemaknaan hidup, kebaikan, kesalehan dan ketuhanan. Puisi Islami muncul dari perenungan seseorang yang sangat dalam pada ajaran agama yang dianutnya.

Kata kata indah yang dirangkai dalam sebuah puisi mempunyai pesona tersendiri bagi setiap orang yang mendengarnya. Hal itulah yang membuat para pemuka agama menggunakan strategi penyebaran ajaran agama melalui keindahan puisi islam. Ajakan untuk berfikir dan berperilaku baik melalui media puisi islami diyakini bakal bisa dengan mudah masuk menuju relung hati si pembaca, sehingga memancing perenungan lebih lanjut tentang makna yang ada di dalamnya.

Bahkan bagi penganutnya, kitab suci mereka yaitu al-quran adalah kumpulan syair-syair indah seperti puisi, yang merupakan firman tuhan. Jika memperhatikan sejarah, nabi yang menjadi panutan orang-orang islam yaitu nabi muhammad lahir di lingkungan sastrawan dengan syair-syair indahnya.

Puisi pendek islami terbaru

Ku Bersyukur

Ketika aku melihat kesenduan dalam hati ini yang selalu bergebu
Ketika ku memandang langit nan biru membentang luas yang begitu indah
Ketika ku bertanya kepada pikiranku apakah bisa aku menandingi kuasa Mu

Beribu langit , bulan , bintang dan seluruh alam semesta ini selalu aku jadikan renunganku
Semua yang ada di seluruh jagat raya ini aku ingin jadikan sebagai suatu rasa bersyukur aku

Dalam setiap nafasku , denyut jantungku aku ingin mengucapkan seribu kalimat Tasbih akan nikmat KuasaMu
Terima kasih ya Allah atas semua yang Engkau berikan kepadaku , berupa udara yang kuhirup
Denyut jantung yang berdetak, dan Semuanya

Terkadang aku suka lalai dan tidak bisa menjaga apa yang Engkau berikan
Terkadang aku khilaf apa yang kuperbuat
walaupun banyak dosa yang kuperbuat
Tetapi Engkau selalu mencintai aku
dan tidak pernah meninggalkan ku

Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Engkau adalah tempat bersandarku
Engkau Tempat dimana aku bisa mencurahkan kegelisahanku

Ya Allah terima kasih atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku
Ya Allah terima kasih Engkau telah memberikanku semuanya
Engkau kekasih yang tidak pernah mengecewakanku

Taman Surga

Waktu tatapan mata melihat lepas
Bentuk ciptaanNya di dunia
Berdegup hati ini berkata,
Sungguh menakjubkan tidak ada duanya

Ku pikirkan serta kuresapi siapa gerangan
Bikin sama sedemikian rupa
Hati makin berdegup seraya menangis
teringat serta terngiang, bagai apa
taman surga berada

Meratap serta menangis kembali hati ini
Mengingat janji Tuhan
Hanya mereka manusia pilihan
Yang jauh dari perbuatan nista serta angkara murka

Yang bakal jadikan mereka penghuni taman surga
abadi selamanya
Oh, Tuhan walaupun seribu jalan berliku
Berikanlah panduanMu pada langkah kaki ini
Supaya hambaMu termasuk juga ke golongannya

Kembali Pada-Nya

Indah sejati untuk pandanganku ini
Waktu yang terus berjalan seiring dengan nafas
Kutanya pada seseorang tentang hari itu
Tak sedikitpun dia melantunkan jawaban

Kemaren akan membangunkanku dari mimpi
Dan juga khayalan indah tentang hancurnya sepi
Aku cinta akan kerinduan kalbu
Hari itu berlalu begitu dalam dengan kegundahan pikiran

Mungkin ku akan mengarang sebuah cerita
Tapi awal yang menakutkan akan memadamkan semangatku
Padamulah aku berserah diri dan mensucikannya
Kulitku telah berlumur tangisan rasa sakit

Kuberlari menuju arah sinar hidup tanpa henti
Yang langsung tersanjung akan pengiringku
Aku harus lebih sadar untuk siapa aku bertanam keimanan
Agar aku bisa bebas dari lembah neraka

Lailatul Qodar

Kau bagaikan suatu masa,
Masa yang ditunggu umat manusia.
Kau bagaikan bulan,
Seribu bulan bagi orang beriman.

Kau datang dibulan yang istimewa…..
Dibulan panen pahala…..
Bulan dibelenggunya penjerumus manusia
Itulah…., bulan PUASA.

Kehadiranmu ditunggu – tunggu,
oleh hamba Allah.
Kehadiranmu pun ditunggu,
oleh umat Rasulullah.

Wahai orang – orang beriman!!!!
Dapatkanlah malam seribu bulan…..
Dapatkanlah Kebahagiaan dunia,
Maupun dialam Fana.

Lailatul Qodar…
Kau sangat berarti…Kau sangat penting!
Untuk orang yang ingin mendapatkan,
Kebahagiaan……

Tempat Yang Sempurna

Keindahan dunia dengan terbalut jilbab yang anggun,
Yang menjulur menutupi setiap lekuk penggoda dosa,
Mencegah ku dari bejatnya pandangan menahan nafsu celaka . . .

Tertunduk dengan senyum lembut yang indah,
Aku tak punya banyak keberanian untuk terlalu lama memandang mu,
Bukan aku tak suka,
Bukan
Harus ku akui jika diantara ciptaan Tuhan telah ada yang menggetarkan hati ku,
Hanya saja aku tidak ingin terlihat merendahkan di hadapan tuhan ku akan keindahan ciptaannya . . .

Cukup dengan ujung jilbab yang menjadikan awal ku terasa bahagia,
Yang menyentuh jariku didepan orang tua mu,
Ketika kau ucapkan salam sapa dan doa akan restu tuhan mu . . .

Kita tidak pernah bicara tentang makna cinta,
Atau rayu ku yang membandingkan indahnya wajah mu seperti rembulan,
Tidak juga dengan khayalan,
tentang apa yang kita lakukan setelah bersama nanti,
Tidak,
Sekali saja tidak pernah . . .

Mungkin,
Selayaknya aku harus menghargai wanita yang memuliakan Agama Rosul ku,
Belajar menyempurnakan cara ku mencintai wanita yang sangat mencintai ibadahnya kepada Tuhan ku,
Dan belajar mengimbanginya,
Supaya aku mampu menjadi sepertinya,
Agar kelak pantas berada di sampingnya . . .

Kini,
Sebuah harapan telah kita ucapkan,
Seperti yang selalu kau suarakan lewat tangis di ibadah malam mu,
Sampai ketika Tuhan menghalalkan kita nanti,
Menjalin kebersamaan sampai waktu yang ditetapkan . . .

Dan selebihnya kita serahkan harap kepada Tuhan,
Agar Kelaknya kita akan dipertemukan di kehidupan lain setelah kematian,
Agar kembali membuktikan cara ku mencinta mu yang sebelumnya pernah tak sempurna,
Dalam kebahagiaan bersamamu di kehidupan yang sesungguhnya,
Tempat yang sangat indah untuk mencinta mu tanpa larangan didalamnya,
Di tempat abadi yang sangat sempurna . . . .

Shalat 5 Waktu

subuh kesiangan, lohor kerepotan
ashar di perjalanan
maghrib kecapekan, isya’ ketiduran
janganlah banyak argumen

sudah anda tinggalkan
perintah Tuhan anda lupakan, anda abaikan

hanya 5 saat dirikanlah dahulu shalatmu
lakukan perintah Tuhanmu, buat kelak akhiratmu
hanya 5 saat dirikanlah dahulu shalatmu
lakukan perintah Tuhanmu, buat kelak akhiratmu

Dosa Kita Hari Ini

apa yang bikin hati jadi resah
apa yang bikin hati jadi patah

apa yang bikin nurani jadi gelisah
apa yang bikin nurani jadi gerah

apa yang bikin jiwa jadi lemah
apa yang bikin jiwa jadi basah

apa yang bikin muka jadi malu
apa yang bikin muka jadi sembilu

apa yang bikin raga jadi kalah
apa yang bikin raga jadi sampah

adakah engkau merasakannya?
apakah engkau binasa karena itu?
apakah engkau lumayan mengenalnya?

Tobat

Lantaran jahil silaulah mata
Oleh gemerlap serta indahnya dunia
Kuturuti nafsu angkara murka
Seolah dunia tidak ada fana

Saat ini kusadari
Sejauh apa pun kaki ini kulangkahkan
Tak akan dapat saya menghindariMu
Dimanapun muka ini kupalingkan

Tak akan terlepas saya dari tatapanMu
Alangkah pekatnya noda
Hitamnya tidak ada tara
Begitu rugi yang ku derita

Semoga taubatku kan Kau terima
Wahai Penguasa alam semesta
Saya lemah tidak ada berdaya
Duhai Pencipta seisi jagat raya
Ampuni saya atas semua dosa

Sujudku

Ya Allah aku bersujud di hadapan-Mu memohon ampunan kepada-Mu
Tidak tahu apa yang ada pada pikiranku, saat ku bersujud dihadapan-Mu
Merasa aku teringat dengan dosa-dosaku dimasa lalu
Tidak terasa air mataku menetes sewaktu aku bersimpu dan berdo’a dihadapan-Mu

Seakan Engkau Ya Allah mengingatkan ku akan dosa-dosa ku di waktu lalu
Terima kasih ya Allah, Engkau tetap masih mau mengingatkan ku
Atas dosa-dosa ku yang telah ku perbuat
Dosa-dosa ku kau buat jadi cerminan ku buat slalu ingat pada Mu

Ku akan selalu mengingat-Mu ya Allah
Ku akan selalu bersujud di hadapan-Mu ya Allah
Di masing-masing nafasku akan ku agungkan nama-Mu ya Allah

Artikel di cari :