link0 link1 link2 link3 link4 link5 link6 link7 link8 link9 link10 link11 link12 link13 link14 link15 link16 link17 link18 link19 link20 link21 link22 link23 link24 link25 link26 link27 link28 link29 link30 link31 link32 link33 link34 link35 link36 link37 link38 link39 link40 link41 link42 link43 link44 link45 link46 link47 link48 link49 link50 link51 link52 link53 link54 link55 link56 link57 link58 link59 link60 link61 link62 link63 link64 link65 link66 link67 link68 link69 link70 link71 link72 link73 link74 link75 link76 link77 link78 link79 link80 link81 link82 link83 link84 link85 link86 link87 link88 link89 link90 link91 link92 link93 link94 link95 link96 link97 link98 link99 link100

Puisi islami bertemakan hari raya idul adha terbaik

Puisi lebaran qurban

Puisi lebaran qurban

Kumpulan puisi tentang hari raya idul adha — Gema Takbir kembali terdengar setelah selang beberapa bulan dari hari raya fitri kini idul adha takbirnya sudah di kumandangkan. suara takbir disana-sini memenuhi sudut di setiap daerah di seluruh DUNIA yang beragama muslim.

Meski gema takbir pada malam adha tak semeriah hari raya fitri namun takbir ini tak kalah maknanya dengan hari raya fitri. jika kita berjalan menyusuri kampung demi kampung menjelang hari raya idul adha maka di setiap masjid besar yang hendak di laksankan solat idul adha di halaman masjid.

Hal yang harus kita ketahui sahabat bahwa salah satu pelajaran yang dapat kita ambil dari hari raya idul adha adalah sebuah kisah nabi ibrahim AS yang mana demi perintah allah iya mampu mengorbankan harta yang paling besar dalam hidupnya yaitu seorang anak satu-satunya beliau lah nabi ismail AS.

Contoh puisi tentang idul adha 2016

PENGORBANANMU

Merah,……..Darah Tertumpah Lagi Mengalir Membasahi Tanah
Satu Tumbang Disusul Dengan Yang Satunya
Terjerembab Dan Terjatuh
Tanpa Daya

Namun Bukan Itu,

Bukan…..Itu,Hanya….
Simbolis Belaka.
Tapi,Satu Tanya

Adakah,

Makna Yang Sama……..
Antara,
Pengorbananmu Dan Pengorbanan Ismail Dahulu?

MALAM QURBAN

Malam kian membuncah nan kelam
Tak terasa bulir bening meniti
Ketika gema takbir atas Asma-Mu terlantunkan
Bak kidung malam yang mengalun syahdu
Ya; kini hari raya Idul Adha
Dimana seorang ayah di minta untuk menembelih anaknya
Setelah tahu, anakpun ikhlas dan rela
Mukzijatpun datang, sang anak terselamatkan
Hati yang sunyi nan sepi
Kini lenyap; lantunan Asma-Mu memecah malam
Akupun ikut meramekan
Kegundahan hatipun lenyap
Senyumpun terukir indah

PESTA DAGING KAUM JELATAKU

Genderang telapak berjepit, kumandang
Di hitamnya aspal, berterik
Selendang lusuh melingkar dada
Bersimpul bahu ujung menjilbab
Bukan penutup aurat
Tapi tudung kepala, menggeliat

Dimohon antri
Selembut sutra terdengar
Diharap antri rapi
Terkumandng sedikit memecut
Desakan jelata tak indahkan
Diminta antri yang baik
Bentak bergelegar mengjhalilintar
Menyelinap di antara hujan peluh
Yang membanjiri keriput renta
Para wanita jelata kaum papa
Yang masih paruh baya
Tua sebelum saatnya tiba

uhh…
Jangan dorong, dong
Sakit terhimpit disini
Suara hiba dari bibir ke-papa-an

Nanti…
Separoh akan kubistik
Ohh lezatnya, menelan ludah
Tahun lalu sudah sate, kok
Guman si tipis berkeromtang jasat
Laa yang sepauh, Yuk

Timpal si mungil berpucat pasi
Terhimpit meringis kumpulnya
jelata berkaum

Low mau kujual, Nduk
Loohh kok, Yuk
Aku mau pesta dengan keluarga, Nduk
Jangan salah berpaham
Sepauh itu tuk beli bumbu dan beras
Apa aku dosa, Nduk
Dosakah aku
Dalam ngidam pestaku

Hoee, antri yang rapi
Bentak sang panitia berdasi sarung
Yang bertuna rasa

Uhh, Iya iya
Jangan ngomong saja
Cepat bagi kurangi antri
Meneraka di sini
Satu kresek dua ons setengah
Kok pakai bentak segala

Waahh, nduk aku sudah terbagi
Alhamdulillah
Yaa Allah Yaa Rabbi
Aku benar pesta, sore ini
Hahaha dapat dua kresek lagi
Satu daging murni
Kan kujual demi bumbu dan nasi
Satu lagi yang bercampur tulang belulang
Kunikmati sebagai bistik
Pesta Daging tahunanku
Ohh indahnya hari kurbanku

Puisi islami bertemakan hari raya idul adha terbaik