Puisi sedih di tinggal pergi kekasih atau pacar

Monday, August 8th 2016. | Puisi
Gambar puisi cinta sedih di putus pacar

Gambar puisi cinta sedih di putus pacar

Puisi patah hati di tinggal pacar – Bagi anda yang sedang merasakan di tinggal kekasih pastinya akan terasa menyakitkan, rasa sakit yang di timbulkan tergantung dari seberapa besar kita mencintai kekasih kita tersebut. Cinta yang paling menyakitkan adalah cinta yang sepenuhnya. Hal inilah yang di alami oleh Dinda (nama sesungguhnya di rahasiakan) yang saat ini masih dalam pergolakan ketika kekasihnya pergi meninggalkan dia.

Soal hati memang sulit tuk mengobati dan kata maaf pun tak cukup baginya, tapi kalau anda ikhlas menerima kenyataan, pasti beban di pikiran anda bisa akan lebih tenang menjalaninya. Dalam kesempatan kali ini saya akan memberikan beberapa puisi galau putus dari pacar. selengkapnya :

Kumpulan puisi cinta di putusin kekasih

Aku Silih Bagi Kekasihku

Seperti langit yang terkoyak oleh petir
Seperti itulah batinku ketika kau mangkir
Manisnya cinta bercampur pahit getir
Bayangan dirimu seakan abadi terukir

Cintamu semu bagaikan pelangi
Begitu indah namun hanya ilusi
Jeritan dan rintih tiada arti
Kami kau tinggalkan melirih

Jiwaku kosong ketika ia pun pergi
Aku sekarang sendiri
Menatap langit dengan air mata tak henti
Langit pun menangis tiada henti
Menggantikan aku yang lelah menanti

Hampa mendera diriku
Dendam marah dan benci meliputi auraku
Namun apa dayaku
Harus kuterima kenyataan tentang dirimu

Masih teringat jelas di benakku
Kau serahkan aku sebagai silih dirimu
Tanpa rasa iba kau tidak membelaku

Sayatan demi sayatan ku terima
Seluruh jiwaku terluka
Kau melihatku dengan mata terbuka
Tanpa mengucap sepatah kata

Kini aku hanya bisa mendengar nafasku
Yang terengah-engah mengais setitik hidup yang hampir sirna
Aku letih ya Tuhan, biarlah aku melepasnya

Kini dari tepi sungai belerang
Engkau selalu meratapi sebuah batu
Batu kusam yang akan hilang oleh waktu

Rasa Itu Tetap Ada

Senja Jingga bertengger di kaca jendela
Aku duduk termenung terpesona rona warna
Ku lihat bayanganmu di kaca
Memanggil lembut tanpa kata

Air mata mulai menitik
Mengingat dirimu yang pergi tanpa kata
Cinta luruh menjadi duka
Mengiringi setiap langkah kaki tanpa suara

Serpihan Hati Tidak Terganti

Ketika cinta mengetuk
Cinta menawarkan selubung indah terkutuk
Ia melekat lemah lembut dan erat
Ia mengeluarkan akar hasrat penuh jerat

Ketika cinta pergi
Ia mencabik dengn keji
Luka dan gurat seakan tak terobati
Dan abadi berada di hati

DATANGLAH PENANTIAN

Apakah desah itu masih setia mengiring harimu?
Di antara debar jantung yg merindukanmu
Aku memilin seraut wajah yg menghantui malam-malamku
Kuingin engkau ada dalam keputusasaanku

Menantimu hingga kaki-kaki tak mampu lagi berjalan
Seandainya desah itu masih bisa kucium di sudut malam ini
Akan kukatakan pada awan hitam

Aku ingin menyapamu meski hanya lewat semilir angin
Tak kuasa sudah aku ingin rebah di lapang hatimu
Dan menangis di ujung matamu.

KAU SELALU DIHATI

Kenyataan ini memang sulit tuk ku terima
Memang takdir ku harus begini
Yang takkan bisa tuk di pung kiri
Tapi ku tak bisa berpaling ke lain hati

Kau akan slalu ada di hati
walau sakit jawaban yang telah kau beri
Ku kan jalani dengan berbesar hati
Sampai jumpa lagi di lain hari

MAAF ATAS KESALAHANKU

Lelah menghitung segala kesalahanku
Mungkin bagimu ini adalah saat yang menjenuhkan
Satu persatu ku coba jabarkan kesalah itu
Mungkin ada diantaranya yang telah mengukir luka

Ada banyak jalan yang telah ku tempuh
Ada beribu kata yang ingin ku sampaikan
Walaupun terlalu banyak kesalahan yang ada.

Telah ku rangkai sederet syair indah
Berharap menemukan maaf darimu
Lelah ku coba satukan
puing-puing perasaan kita

Walaupun aku sadar takkan ada hasilnya
Mungkin tangiskupun takkan merubah perasaanmu
Walau hanya sedikit

Aku masih mengharapkan maaf itu
Sungguh perasaan yang sulit
Kenangan kita terhapus oleh kesalahan ini
Begitu beratkah kesalah ku ?

Kebahagiaan yang kita rangkai
Perlahan rusak menjadi puing-puing kenangan
Mungkin ada lebih banyak lagi
Walaupun kata itu hanya tersimpan di hati

Tapi tak terucap di bibir
Hanya saja jika kau
Masih menyisakan kata itu untuk ku
Maka kata yang kuharapkan
Adalah maaf darimu.

TERMAKAN USIA

Hariku telah berangsur usai
Sebelum impian mengepak sayap
Entah berapa hitungan lagi
Detik jam berhenti
Pertanda perjuangan telah usai

Penyesalan datang setelah usai
Saat kerentaan sudah tak berdaya
Merajut mimpi-mimpi
Mimpiku telah pasrah pada kenyataan
Kesempatan telah hilang Termakan usia

Dari masa lalu yang panjang
Tak banyak cerita perjuangan
Waktu telah kuhambur-hamburkan
Semangat perjuangan
Tak pernah kupedulikan

Kepadamu yang masih muda
Teruslah berlari
Isilah harimu dengan perjuangan
Supaya dipenghujung ceritamu
Tak berakhir dramatis dalam kesedihan

Artikel di cari :