Puisi islami bertemakan hari raya idul adha terbaik

Saturday, September 10th 2016. | Puisi
Puisi lebaran qurban

Puisi lebaran qurban

Kumpulan puisi tentang hari raya idul adha – Gema Takbir kembali terdengar setelah selang beberapa bulan dari hari raya fitri kini idul adha takbirnya sudah di kumandangkan. suara takbir disana-sini memenuhi sudut di setiap daerah di seluruh DUNIA yang beragama muslim.

Meski gema takbir pada malam adha tak semeriah hari raya fitri namun takbir ini tak kalah maknanya dengan hari raya fitri. jika kita berjalan menyusuri kampung demi kampung menjelang hari raya idul adha maka di setiap masjid besar yang hendak di laksankan solat idul adha di halaman masjid.

Hal yang harus kita ketahui sahabat bahwa salah satu pelajaran yang dapat kita ambil dari hari raya idul adha adalah sebuah kisah nabi ibrahim AS yang mana demi perintah allah iya mampu mengorbankan harta yang paling besar dalam hidupnya yaitu seorang anak satu-satunya beliau lah nabi ismail AS.

Contoh puisi tentang idul adha 2016

PENGORBANANMU

Merah,……..Darah Tertumpah Lagi Mengalir Membasahi Tanah
Satu Tumbang Disusul Dengan Yang Satunya
Terjerembab Dan Terjatuh
Tanpa Daya

Namun Bukan Itu,

Bukan…..Itu,Hanya….
Simbolis Belaka.
Tapi,Satu Tanya

Adakah,

Makna Yang Sama……..
Antara,
Pengorbananmu Dan Pengorbanan Ismail Dahulu?

MALAM QURBAN

Malam kian membuncah nan kelam
Tak terasa bulir bening meniti
Ketika gema takbir atas Asma-Mu terlantunkan
Bak kidung malam yang mengalun syahdu
Ya; kini hari raya Idul Adha
Dimana seorang ayah di minta untuk menembelih anaknya
Setelah tahu, anakpun ikhlas dan rela
Mukzijatpun datang, sang anak terselamatkan
Hati yang sunyi nan sepi
Kini lenyap; lantunan Asma-Mu memecah malam
Akupun ikut meramekan
Kegundahan hatipun lenyap
Senyumpun terukir indah

PESTA DAGING KAUM JELATAKU

Genderang telapak berjepit, kumandang
Di hitamnya aspal, berterik
Selendang lusuh melingkar dada
Bersimpul bahu ujung menjilbab
Bukan penutup aurat
Tapi tudung kepala, menggeliat

Dimohon antri
Selembut sutra terdengar
Diharap antri rapi
Terkumandng sedikit memecut
Desakan jelata tak indahkan
Diminta antri yang baik
Bentak bergelegar mengjhalilintar
Menyelinap di antara hujan peluh
Yang membanjiri keriput renta
Para wanita jelata kaum papa
Yang masih paruh baya
Tua sebelum saatnya tiba

uhh…
Jangan dorong, dong
Sakit terhimpit disini
Suara hiba dari bibir ke-papa-an

Nanti…
Separoh akan kubistik
Ohh lezatnya, menelan ludah
Tahun lalu sudah sate, kok
Guman si tipis berkeromtang jasat
Laa yang sepauh, Yuk

Timpal si mungil berpucat pasi
Terhimpit meringis kumpulnya
jelata berkaum

Low mau kujual, Nduk
Loohh kok, Yuk
Aku mau pesta dengan keluarga, Nduk
Jangan salah berpaham
Sepauh itu tuk beli bumbu dan beras
Apa aku dosa, Nduk
Dosakah aku
Dalam ngidam pestaku

Hoee, antri yang rapi
Bentak sang panitia berdasi sarung
Yang bertuna rasa

Uhh, Iya iya
Jangan ngomong saja
Cepat bagi kurangi antri
Meneraka di sini
Satu kresek dua ons setengah
Kok pakai bentak segala

Waahh, nduk aku sudah terbagi
Alhamdulillah
Yaa Allah Yaa Rabbi
Aku benar pesta, sore ini
Hahaha dapat dua kresek lagi
Satu daging murni
Kan kujual demi bumbu dan nasi
Satu lagi yang bercampur tulang belulang
Kunikmati sebagai bistik
Pesta Daging tahunanku
Ohh indahnya hari kurbanku

Artikel di cari :