Kumpulan puisi tentang keindahan malam hari yang sunyi

Wednesday, August 10th 2016. | Puisi
Gambar tulisan puisi malam hari

Gambar tulisan puisi malam hari

Puisi galau di malam hari – Malam hari adalah waktu yang paling baik untuk beristirahat setelah beraktifitas seharian, namun terkadang setiap orang akan berpendapat berbeda ketika ditanya tentang arti malam.

Bagi sebagian orang mengatakan, malam hari adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan kita terhadap orang yang kita sayangi. Maka tak jarang sesaat sebelum tidur di malam hari kita berkomunikasi atau setidaknya memikirkan seseorang yang ada di hati kita. Dalam kesempatan kali ini saya akan memberikan beberapa puisi bertemakan malam hari paling romantis. Selengkapnya :

Contoh puisi malam hari untuk pacar

Malamku merindukanmu

Malam telah merayap mengganti siang
Sang surya mengendap menuju cakrawala senja
Dari balik langit, bulan hadir membawa cahaya
Bintang bertabur dengan kilatan mempesona

Indah malam ini
Tapi tak seindah hati ini
Saat rindu harus terpatri dalam hati
Kapankan kita menikmati malam indah bersama
Dalam alunan sendu dan cinta

Kasih, di malam ini aku merindukanmu
Mengharap ada bayangmu yang menghiasi kesepianku
Aku hanya berteman dengan malam
Yang indah namun hanya diam

Malam ceritakan padanya tentang hikayat kerinduan
Aku merindukannya
Seperti aku merindukan malam ketika datangnya siang
Seperti aku merindukan bintang saat datangnya bintang dan rembulan

Malam Kelabu

Sendiri,
Menapaki sisa hari ini
Menghitung waktu dalam sepi
Menhibur diri dalam lamunan tanpa arti

Mengapa malam ini selalu kelabu
Saat kau tiada hardir menemaniku
Sebarapa berartikah aku di hatimu
Hingga tak sudi kau datangkan kehadiranmu

Wahai dewi malam,
Dengarlah, ada manusia yang kurindukan
Tanpanya aku kesepian
Tanpanya rembulan cerah seakan kelabu
Tanpanya bintang laksana batu hitam yang redup

Wahai malam,
Mintakan kepada TUhan
Agar aku tertidur dalam keterlelapan
Agar sepi ini kubawa dalam alam impian
Agar tiada sempat ku teteskan air mata.

Tentang Malam

Malam yang indah sayang,
Seindah wajahmu ketika kau tersenyum
Bintang dan rembulan juga berkilauan
Seperti cintamu yang menerangi ruang hatiku
Siang dan malam selalu menjadi keniscayaan
Tanda bahwa semua adalah berpasangan
Dan aku harap, pasanganku bukan seperti siang dan malam
Meski satu dunia tapi tak pernah bersama
Jika malam menghadirkanmu kesedihan
Aku akan menjadikan malam menjadi siang
Jika malam menyuguhkanmu kebahagiaan
Akan kuminta agar TUhan menjadi malammu semakin panjang

Sudut Langit

Di sudut langit
Warna memancar menembus kabut
Di sana ada ribuan cahaya
Yang setia menghias hitam saat hari tenggelam

Di sudut langit
Kusimpan rindu untuk seorang hamba
Yang jauh rimbanya
Hingga mata ini buta memandangnya

Di sudut langit
Bintang bintang menari bersama dingin
Sepi dan sunyi mendukung malam hingga subuh
Menanti sang surya kembali

Di sudut langit
Bisa kulihat kerlap kerlip
Manik langit menyanyi dengan bisu
Menghibur hati hamba yang remuk

Di sudut langit
Bintang bulan bersama
Bercengkrama dalam jarak
Hingga jasad takbisa merengkuh

Di sudut langit
Bintang mencumbu dingin
Hitam kembali membawa kantuk
Menutup mulut yang terbuka
Membawa ke alam mimpi

Di sudut langit
Hitam mencekat
Menutup warna
Membawa deru angin

Di sudut langit
Mataku memandang buram
Jauh di sana kulihat bintang bulan
Bersama hanya saat hitam membayang mata

Di sudut langit
Kita menanti di bawah
Menikmati malam hingga kita larut terbawa
Berdiri di bawah tempat di mana bintang mengoyahkan langit

Di sudut langit
Terasa sangat indah
Menusuk mata hingga otak
Keindahannya hanya malam hitam yang punya.

Malam ini

Malam ini
Angin terasa sangat dingin
Mencumbu kulit hingga ke tulang
Menyisahkan bahwa sepi harus mati

Malam ini
Bintang dan bulan terlihat indah
Menari di pucuk langit
Merangkai puisi untuk kekasih sunyi di sana

Malam ini
Cahaya bintang
Cahaya bulan
Turun terbang ke akar bumi

Malam ini
Menyinari setiap hitam
Hingga mata bisa melihat
Hingga jemari bisa menggenggam

Malam ini
Hatiku ingin terbang ke atas
Menelan jarak
Hingga ia bisa menyatu dengan bulan
Melepas semua beban yang terasa

Malam ini
Di bumi dan langit
Hanya kesunyiaan yang mendera
Hanya bayang hitam yang menyala

Malam ini
Suara jengkrik bisa kudengar
Rasa sepi membalut tubuhku yang sakit ini
Tertancap pilu di di sekujur jasad

Malam ini
Bumi tuhan terlihat lebih jujur
Orang orang yang hidup dalam kepura puraan lelap di telan kantuk
Terasa sangat jujur

Malam ini
Ribuan puluhan milyar
Doa terbang menembus laksa
Menuju tempat tuhan berada

Malam ini
Semoga malam yang indah ini
Selalu bisa kulihat
Dan semoga tuhan mengabulkan doaku

Selamat malam
Sepi
Rindu
Menyepi menjadi hati yang kaku
Selamat malam
Untuk engkau yang ada di sana.

Mencumbu Hitam

Mencumbu hitam
Hingga bibir kuning membeku
Menghancurkan rasa yang menyesakkan hati
Terasa sakit di sini di akar hati

Malam terasa sangat sepi
Hening hilang membawa pergi cahaya
Meninggalkan bintang
Yang enggan sendiri

Terasa indah malam ini
Bintang bulan menghias langit
Bumi menjadi saksi sakral
Cahaya tidak pernah pergi

Di sudut malam
Terdengar deru nafas terengah
Jangkrik berteriak memanggil malam
Hanyut terbawa dengki dan khianat

Malam yang sepi
Malam yang dingin
Terasa sepi di dada
Hening mencekam rindu
Indah kulihat di mata.

Pada Malam Kumerindumu

Pada malam terlantun senandung syahdu
Aku yang terdampar di sudut kehidupan
Mencoba mengais rasa dalam balutan luka
Sementara angin menitipkan kebekuan.

Sendiri aku langkahi pekat
Sendiri aku desahkan lelah

Dan pada satu titik penghujung malam
Kuukir namamu lewat kerlingan mataku
Aku merindumu..
Merindu mata tajammu
Merindu senyummu
Merindu kesalmu..

Namun aku tetap tertancap di sini
Diketerbatasan ruang dan waktu
Memohon pada sang malam
Agar rembulan mau memancar secercah sinarnya..

Menjarah Hatimu Lewat Pekat

Ada yang kurasa saat malam hadir
Ketika keterpurukan menghantui hati
Dan dirimu hadir lewat bayang
Adakah lintasanmu merajai sukmaku?

Sementara malam kian pekat membahana
Terengkuh sudah kesunyian dalam hamparan
Mencabik lara dalam sekam kerinduan
Mencoba menjarahmu namun hampa.

Aku dan kamu dalam bayang
Mungkin itulah yang terbaik
Saat hati menjarah pekat
Saat aku menjarah hatimu….

Merambah Malam

Malam menepati janjinya
pekat dan sunyi kembali melaruti alam
dan aku mencoba merambahnya lewat untai
dan aku mencoba merambahnya lewat bait.

Gelisah, bimbang dan penat
seolah berlomba memasuki kepingan hati
terpatri didalamnya membentuk setoreh luka
luka yang belum juga mau pergi.

Haruskah kuikuti rambahan malam?
sementara hati kecilku berharap sang benderang
Ya, kemanakah hati ini harus bertaut?
Pada kegelapan ataukah sang benderang?

Dan malam ini
Toh aku tetap merambah malam….

Mungkin inilah takdir.
Aku sangat menyintai malam dan kegelapan…

Kau, Aku Dan Ujung Malam

Di ujung malam bersisian gundah
Aku masih saja menggumuli pekat
Dalam buaian desir lewat terpa sang angin
Kesunyian pun kian menampar hati.

Sementara gerimis mulai meluruh jatuh
Rintiknya menghantar irama sendu dikedalaman khayal.

Dimana malam ini kau berlabuh?
Lelapkah dalam buaian mimpi?
Atau tengah menekuri cakrawala
Seperti dulu biasa kita lakukan berdua?

Meradang aku lantaran tiadamu
Pekik hati seperti tak lagi miliki makna.

Maka jangan biarkan aku sendiri,
Sebab aku terbiasa denganmu.

Maka jangan biarkan gelap menguasai,
Sebab aku serasa mati…

Merambah Malam Bersama Bayangmu

Meniti pekat dalam hembusan angin malam
Senandung lirihpun meluruhkan rasa
Aku, kamu… Mungkin tak lagi tergapai oleh waktu
Namun penantian ini tetap tergapai oleh bayangan

Dan waktu tetap mencurah lewat detak jam
Dan kamu begitu saja melewatinya
Dan aku disini, sendiri, sepi…
Hanya bisa membayangi rautmu lewat gemintang..

Malam kian menjurang
Aku masih saja menggeluti bayangmu
Aku masih saja merangkulmu lewat bisikan malam
Sanggupkah kau merasakannya?

Saat Gelap Menerpa

Malam menggeliat dalam gundah
Sepi mulai meracuni suasana hati
Gelap merambah seluruh tubuh
Wajahmupun mulai mengitari hati dan fikiranku.

Kasihku..
Adalah kau dengar seruan hatiku malam ini
Yang berteriak lirih memanggil namamu
Disertai letupan airmata membasahi kedua pipi..

Gelap menjadi saksi abadi
Dimana haluan hati kita begitu tersiksa rindu
Dimana kesabaran mencoba memunguti nyata
Semoga kau tahu, betapa kumerindumu..

Saat gelap menerpa
Aku mulai menyumbui bayangmu
Aku mulai melucuti hatimu
Aku mulai tersadar akan jauhmu…

(Biarlah kutetap setia pada janji hatiku)

Artikel di cari :