Kumpulan puisi tentang HUT kemerdekaan republik indonesia

Thursday, August 4th 2016. | Puisi
Perayaan hari kemerdekaan

Perayaan hari kemerdekaan

Puisi tema hari kemerdekaan ri – Tinggal menghitung hari lagi kita akan memperingati hari di mana indonesia merdeka tepat pada tanggal 17 agustus 1945 akan banyak sekali bendera merah putih yang terpampang di pinggir jalan maupun di halaman depan rumah anda sendiri dan tidak ketinggalan dalam memeriahkannya selalu ditemani dengan beberapa macam perlombaan yang menyenangkan.

Sudah lama tanah air tercinta ini memerdekakan melawan terlepas dari bangsa penjajah, tinggal generasi selanjutnya yang menereuskan nasionalisme dari diri kita sendiri untuk tujuan yang sama. oleh sebab itu kita harus menjaga kedaulatan negara tercinta ini dan harus belajar disiplin. Banyak cara yang di lakukan oleh para penerus bangsa, salah satunya adalah dengan membuat karya puisi bertema kemerdekaan dan perjuangan. Dalam kesempatan kali ini ini saya akan memberikan beberapa puisi kemerdekan, selengkapnya :

Contoh puisi kemerdekaan bangsa indonesia

Bagaimana Caramu Mencintai Negeri

Untuk mengerti arti kemerdekaan
Haruskah kau merasakan betapa mencekamnya peperangan?
Haruskah kau merasakan darah tertetes karena peluru yang menerjang?
Haruskah kau merasakan kelaparan tanpa makanan?

Untuk menghargai pejuang?
haruskah kau ikut merasakan bagaimana mereka melawan ketakutan?
haruskah kau ikut merasakan bagaimana jauh dari orang yang kau cintai?
haruskah kau ikut merasakan begaimana maut didepan matamu?

Kau tidak diminta untuk melakukan semua itu
Kau hanya perlu berbakti kepada bangsa
Yang telah membesarkanmu
Dalam melimpahnya kekayaan alam

Dimana kakimu berpijak
Disitu kau berjuang
Dimana engkau di lahirkan
Itulah tanah airmu

Suarakan semangat perjuangan
Untuk menghargai para pejuang
Gerakan semangat perubahan
Untuk menghargai arti kemerdekaan

Untuk Indonesia Tericnta

Di tanah ini kita dilahirkan
Di tanah ini kita menghirup udara penuh kesejukan
Di tanah ini kita disediakan air untuk kita minum
Di tanah ini kita disuguhkan melimpahnya kekayaan alam

Relakah kau jika semuanya direnggut?
Olah kerakusan kapitaslis pemuja kemewahan
Kita bangsa Indonesia
Bangsa besar dengan sejarah besar

Tidakkah kita berontak melihat penjajahan bangsa
Mengatasnamakan kebebasan bertopeng reformasi
Harta kita di jarah, kehormatan kita terinjak
Dimana engau wahai para pejuang bangsa?
Akankah kau diam melihat semua ini?

Untuk Indonesia tercinta
Mari perjuangan hak kemerdekaan kita
Untuk berdiri di tanah air Indonesia
Menjaga kemerdekaan untuk tetap merdeka
Untuk kesejahateraan bangsa
Untuk Indonesia yang lebih berkarya

Bambu Runcing

Di ujung bambu tajam menyikat
Mengoyak musuh sampai ampun
Di bilah tajam sakit mencekat
Siap siaga menelan musuh

Ujung bambu menjadi saksi
Hitam rasa menyakit
Mengusir iblis bersama nyawa
Tidak Dengan takut tidak dengan gentar

Rasa cinta tanah air
Menyatu di darah merah
Mengakar di tulang putih
Menguasai nafas

Mereka berjuang sampai raib
Bercerai bersama raga
Buat bumi garuda
Buat indonesia raya

Mereka mati dgn hormat
Memperjuangkan secerut kebebasan
Yg terenggut durjana
Buat satu kemerdekaan

Kemerdekaan

17 Agustus 1945
Sudah Bergema Pekik Merdeka
Hri tidak dengan cita-cita
Berbuah Nyata

Hari-hari yg dihiasi oleh penindasan
Tidak Sedikit nyawa melayang
Darah bercucuran dimana-mana
Rakyat menangis

Namun para pejuang tidak kenal lelah
Konsisten berikhtiar mengibarkan sang merah putih
Diatas langit negara ini
Biarpun penjajah menggunakan senjata modis

17 Agustus 1945
Kemerdekaan yg bukan diminta
Darah rakyat terbakar buat persatuan
Indonesia merdeka

Merah putih

Lalu, sebelum kau berkibar di tiang tinggi
Dibelai, dipeluk angin merdeka
Engakau cuma lambang harapku

Walaupun kau mewakili bangsa tak berdaya
Tak bernama di histori dunia
Tapi kau tersimpan dalam hatiku
Lambang kasihku terhadap nusaku

Merah putih
Waktu ini, kulihat kau terkibar ditengah bangsa
Lambang kebangsaanku di timur raya
Engkau panji perjuanganku
Menguber kemuliaan bagi bangsaku

Dan demi tuhan pencipta bangsaku
Selagi tetap bersiut nafas didada
Denyut darahku penyiram medan
Ta’kan kembali kau masuk lipatan

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian

ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

GERILYA

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling di jalan

Angin tergantung
terkecap pahitnya tembakau
bendungan keluh dan bencana

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan

Dengan tujuh lubang pelor
diketuk gerbang langit
dan menyala mentari muda
melepas kesumatnya

Gadis berjalan di subuh merah
dengan sayur-mayur di punggung
melihatnya pertama

Ia beri jeritan manis
dan duka daun wortel

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan

Orang-orang kampung mengenalnya
anak janda berambut ombak
ditimba air bergantang-gantang
disiram atas tubuhnya

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan

Lewat gardu Belanda dengan berani
berlindung warna malam
sendiri masuk kota
ingin ikut ngubur ibunya

ATAS KEMERDEKAAN

kita berkata : jadilah
dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut
di atasnya : langit dan badai tak henti-henti
di tepinya cakrawala

terjerat juga akhirnya
kita, kemudian adalah sibuk
mengusut rahasia angka-angka
sebelum Hari yang ketujuh tiba

sebelum kita ciptakan pula Firdaus
dari segenap mimpi kita
sementara seekor ular melilit pohon itu :
inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah

MENATAP MERAH PUTIH

Menatap merah putih
melambai dan menari – nari di angkasa

kibarannya telah banyak menelan korban
nyawa dan harta benda

berkibarnya merah putih
yang menjulang tinggi di angkasa

selalu teriring senandung lagu Indonesia Raya
dan tetesan air mata
dulu, ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan
untuk mengibarkan merah putih
harus diawali dengan pertumpahan darah
pejuang yang tak pernah merasa lelah
untuk berteriak : Merdeka!

menatap
merah putih adalah perlawanan melawan angkara murka
membinasakan penidas dari negeri tercinta
indonesia

menatap
merah putih adalah bergolaknya darah
demi membela kebenaran dan azasi manusia
menumpas segala penjajahan
di atas bumi pertiwi

menatap
merah putih adalah kebebasan
yang musti dijaga dan dibela
kibarannya di angkasa raya

berkibarlah terus merah putihku
dalam kemenangan dan kedamaian

HARI KEMERDEKAAN

Akhirnya tak terlawan olehku
tumpah dimataku, dimata sahabat-sahabatku
ke hati kita semua
bendera-bendera dan bendera-bendera
bendera kebangsaanku
aku menyerah kepada kebanggan lembut
tergenggam satu hal dan kukenal

tanah dimana kuberpijak berderak
awan bertebaran saling memburu
angin meniupkan kehangatan bertanah air
semat getir yang menikam berkali
makin samar
mencapai puncak kepecahnya bunga api
pecahnya kehidupan kegirangan

menjelang subuh aku sendiri
jauh dari tumpahan keriangan dilembah
memandangi tepian laut
tetapi aku menggengam yang lebih berharga
dalam kelam kulihat wajah kebangsaanku
makin bercahaya makin bercahaya
dan fajar mulai kemerahan.

Artikel di cari :