Kumpulan puisi rindu dengan kekasih paling romantis

Tuesday, August 9th 2016. | Puisi
Gambar puisi cinta rindu kekasih

Gambar puisi cinta rindu kekasih

Puisi rindu dengan seseorang – Perasaan Rindu Pada kekasih tercinta, memang sulit untuk di ungkapkan dengan sebuah perkataan biasa saja, perlu subjek untuk meluapkan rasa rindu anda dan salah sutunya dengan membuat sebuah puisi rindu.

Puisi Rindu merupakan sebuah ungkapan perasaan terhadap seseorang yang kita cintai atau sayangi baik iyu kepada kekasih, sahabat maupun orang tua dan saudara di curahkan perasaan rindu tersebut pada selembar kertas dan segores pena maka jadilah kata mutiara cinta yang sangat indah menggambarkan perasaan atau curahan hati kita.

Rindu yaitu sebuah bentuk perasaan yang mencerminkan keinginan bertemu dengan seseorang. Timbulnya kerinduaan ini berasal dari rasa kecintaan atau kasing sayang kita terhadap seseorang.

Puisi cinta rindu dengan pacar terbaru 2016

Merindukan dirimu

Mungkin telah habis semua bahasa
untuk ku ungkapkan kepadamu
Semua kata telah kurangkai
untuk mengucapkan rindu ini kepadamu
tapi apalah dayaku
kau tak pernah menganggap dan mendengarkannya

Bersamamu dan merasakan kehangatan pelukanmu
mungkin itulah yang selalu aku harapkan

Sungguh aku tak bisa menyembunyikan rasa rindu ini kepadamu
Terkadang aku marah terkadanag juga aku sedih
semuanya itu aku lakukan agar rindu ini
tidak terlalu dalam kepadamu

Sayang,, aku mohon dengan sangat kepadamu
biarkanlah rindu ini tetap menjadi milikmu
dan jangan kamu pernah kau membuat rindu ini
menjadi layu seperti bunga yang tak memiliki tuan

Dan aku tak akan pernah bisa hidup tanpa dirimu
apalah artinya semua ini jika aku harus menjalaninya tanpa dirimu.

Rindu Kekasih

Rindu ini mulai bergelora
Disaat kau jauh dariku
Terasa hati ini tersiksa
Andai aku punya sayap
Aku akan terbang untukmu
Kasih,,,
Dengarlah suara hati ini
Hanya ada dirimu dihati ini
Yang ku sayang
kasih,,,
Setiap senyummu
Adalah pengobat rinduku
Tulis namaku dalam diari hatimu
Kuisikan janji suci kita
Hingga tak lekang oleh waktu
Untuk selamanya.

Kerinduan

Apakah kau disana sepertiku
Yang selalu merindukanmu
Aku berkhayal sealalu berduan denganmu
Dimana aku bisa tertawa dan mengenggam tanganmu
Kekeasihku,,
Mengapa kau tak merasakan rindu ini
Yang sampai aku sadar betapa aku mencintaimu
Kau tak tahu apa yang aku rasakan saat ini
Kau tak tahu bahwa aku selalu bekhayal tentangmu
Adakah kau disana sepertku
Yang tidak sadar seperti cinta ini bersemi
Yang tak mampu mengucapkan kedalam kerinduan
Saat berduaan denganmu
Aku yang terkurung dikrinduan yang dalam ini
Tak dapat aku menguvapkan apa apa selain namamu
Setiap menatap matamu terasa menusuk kedalam hatiku
kau cintaku, cinta terpendamku
Kau rinduku, rindu tak bertuanku.

Terimakasih Cintaku

Saat ini.. detik ini..
Yang ada dibenakku hanya dirimu
Yang selalu menguatkanku
Disaat aku mulai rapuh
Yang slalu menggengam tanganku
disaatt aku mulai terjatuh
Saat ini.. Detik ini..
Hanya ada namamu disetiap doaku
Dan disetiap sujudku
Berharap engkau tetap setia menemani kesendirianku
Berharap engkau akan terus menemani langkahku
Terimakasih cinta
kasih sayangmu takkan pernah tergantikan.

Rindu Tiada Henti

Pagi itu diam …….
Saat Pucuk-pucuk cemara terpaku membisu
Membawa jiwaku mengembara…
Hingga menembus batas lamunanku
Di sini…
Masih ku simpan setangkup rindu untukmu
Di sudut hati ini, di mana keresahan membias sendu
Hingga lelah hati temani sepiku..
Entah….
Masih sanggupkah tangan ini tuk melukis langit
Dan menggambarkan garis-garis pucat wajahmu
Diantara Rindu … yang menghempaskanku.
Atau biarkan saja angin menghapus Jejakmu
Mungkin….
Aku kan terus menanti
Sampai Kau Kembali …l agi … di sini…. !

Pesan Buatmu Kekasih

Di sini telah aku tulis
Berjuta-juta kesaksian
Tentang kita dan sketsa perjalanan
Namun cerita slalu tidak pernah sempurna
Karena jarak terlalu jauh
Untuk di tempuh oleh anganan kita

Dan angananku sudah kutitipkan kepadamu
Agar rindu itu akan menyatu
Dalam kenyataan dan bukannya khayalan
Serta anganku belaka

Nurani di dinding hati ini hampir retak
Dekaplah aku degan erat
Agar kita tidak terpisahkan
Hanya karena khayalan serta angan..

DINDING KEBISUAN

Kelelahan ini telah menjajah jiwa
Keletihanpun merajam sukma
Langkah mulai tak terarah
Ketika rasa tak mampu lagi tuk ucap kekata

Bias rona bahagia perlahan sirna
Senyum tak lagi tampak pada wajah
Terselimuti duka mengulum nestapa
Yang kian menganga dalam lara

Hamparan mega yang kian kelam
Menutup cahaya sang rembulan
Hingga gelap makin berjelaga
Kesunyian pun meraja

Keindahan nirwana telah porak poranda
Kesejukkan kasturi tertelan api yang membara
Kini yang ada hanyalah kebisuan di antara kita
Berdinding keegoan tanpa memiliki jeda

Akankah semua itu berlalu tuk kembali bahagia?
Hingga tiada lagi ruang pemisah
Ah … itu hanyalah ilusi belaka
Yang takkan pernah mampu kujamah

RINDU YANG BERTAHTA

Rindu yang bertahta dalam hati dan jiwa
Kian merajam nan membuncah
Nirwanapun makin berjelaga
Hingga kasturi tak lagi terasa

Ketika kau goreskan aksara yang menyayat sukma
Tanpa sadar bulir bening mengalir di ujung netra
Kau yang selalu diam dalam kebisuan kekata
Menyiratkan duka hingga mengulum nestapa

Entah; apa yang menjadi rahasia?
Kau asingkan aku dalam lara
Berteman sunyi dan sepi ketika malam meraba
Desir sang bayupun tak mampu aku rasa

Kini kau makin jauh tak terjamah
Bayangan dirimupun perlahan-lahan sirna
Terkikis waktu yang terus berjalan tanpa jeda
Dan aku hanya mampu mengenang semua yang ada

RINDU YANG TERLUKA

Bias rona cahaya pagi
Tak mampu menghangatkan hati
Ketika kesendirian menyelimuti diri
Hanya berteman sunyi yang kian sepi

Di antara ilalang yang menguning
Dan mulai mengering
‘Ku terpuruk sendiri tak bergeming
Hanya berteman dengan bulirbulir bening

Kini dirimu hanyalah ilusi
Yang kerap hadir dalam mimpi
Mencipta rindu dalam hati
Namun hanya untuk melukai

RINDU TAK TERJAWAB

Bias rona jingga kian memerah
Pada hamparan bumi di ujung barat
Desir sang bayu lembut menyapa
Ingin kusampaikan segenggam rasa

Namun; tersambutkah padanya?
Rindu yang kian membuncah
Hingga hati berjelaga
Berharap seraut wajah hadir di pelupuk netra

Semua hanyalah ilusi
Datang pada sebuah mimpi
Yang selalu mengukir luka di hati
Mampukah aku tuk mengakhiri?

SAJAK HATI ANA

Harum lambaian sedap malam
Merentang detik-detik waktu
Jiwa meramu
Gamang

Melambung menukik tebas awan
Jelajahi zona diri
Menanti pasti
Hakiki

Tercurah goresan sayatan lirih
Lepas bongkah menghimpit
Dera gurat
Nelangsa

Adakah Arsy-Nya kan berguncang
Saujana sabda cinta
Malaikat penopang
Tegarlah!

Artikel di cari :