Kata mutiara kemerdekaan indonesia paling mengharukan

Sunday, August 14th 2016. | Kata mutiara
DP bbm hut kemerdekaan ri

DP bbm hut kemerdekaan ri

Kata kata bijak kemerdekaan indonesia – Beberapa hari lagi indonesia akan mengelar hajatan besar yang akan di rayakan seluruh bangsa indonesia, hari nasional yang setiap tahunya di peringati sebagai tanggal kemerdekaan republik indonesia. Kemeriahan menyambut hari merdeka ini pun mulai terlihat, seperti lomba-lomba unik dan hiburan 17 Agustusan. Banyak cara dilakukan untuk menyambut peringatan hari merdeka ini.

Selain gambar dan meme lucu, hari merdeka juga tak lepas dari ucapan, puisi, dan kata mutiara bertema kemerdekaan. Semuanya meriah sekaligus untuk menumbuhkan serta menjaga rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Kata-kata indah kemerdekaan RI

“Jika kita tidak mampu untuk memberikan yang terbaik untuk negara, agama dan keluarga maka tancapkanlah sifat jujur, peduli terhadap rakyat terhadap diri sendiri karena tanpa sebuah kejujuran negara dan isinya akan rapuh dan akan mudah kembali terjajah.”
“Jadikan perbedaan sebagai sebuah keunikan dalam berbangsa dan bernegara agar terlihat indah dengan banyaknya warna dan janganlah menjadikan sebuah perbedaan sebagai kesombongan akan rasa paling benar dalam berfikir dan bertindak karena perbedaan yang mengakibatkan perpecahanlah yang membuah bangsa dan negara melemah.”
“Untuk mendapatkan sebuah kemenangan, canggihnya sebuah perlengkapan persenjataan bukanlah ukuran karena tekad yang kuat adalah modal utama dalam mencapai sebuah tujuan yang mulia.”
“Merah darahku adalah ungkapan bahwa semangat yang berkorbar tidak akan padam hingga tetesan darah terakhir dan putih tulangku adalah mental baja yang tidak akan pernah pudar walau panasnya peluru menembus tubuh.”
“Tancapkan niat untuk memberikan kehidupan yang layak untuk generasi setelah kita, maka tuhan akan memberikan kemudahan dan keajaiban layaknya bambu runcing yang bisa mengalahkan senjata-senjata yang terbuat dari baja.”
“Jadikanlah bahu kalian kokoh layaknya baja karena masih banyak sodara-sodara kita yang memerlukan tempat untuk bersandar.”
“Lemah dan kuat dalam sebuah perjuangan untuk memperjuangkan kehidupan yang layak adalah sebuah pilihan.”
“Jayalah Indonesiaku.. Go..go..go.. Gema seabad silam Inggeris datang meredah Pahang bersama peluru bersama senapang membunuh menangkap setiap pejuang”
“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya”. Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Bisa jadi Anda rasakan dalam semenit, sejam, sehari, atau setahun. Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”
“Oh, pahlawan Engakulah yang melindungi bangsa Tiada engkau, tiada kebebasan Karenamu bangsa bebas dari penjajah Sekarang tiada engkau lagi Dan bangsa harus tetap bersatu Ku akan merindukanmu selalu Karena namamu tetap harum menyatu di kalbu”
“I Can Smile… I Can Stylish… I Can Celebrate… I Can Together… Karena Indonesia telah merdeka Kemerdekaan yang mahal harganya yang tak dapat diukur dengan harta sekalipun segunung, sepulau bahkan sebenua Kini kewajibanku sebagai anak bangsa”
“Belajar tekun untuk membangun bangsa Agar nanti menjadi negara yang kaya raya Aku ingin…. Pahlawan yang telah gugur dahulu dapat tertawa lega melihat anak cucunya bahagia Mereka dapat tidur nyenyak di sisi-Nya”
“17 Agustus itu… Bukan hanya sekedar.. Balap Karung… Main Petasan… Atau Konvoi di keliling kota… Tapi 17 agustus itu… Persatuan bangsa…”
“Aku Cinta Indonesia.. Negeri ini adalah negeri yang elok……. Penuh warna dan keindahan………. Negeri ini adalah negeri yang makmur…. Tanah tumpah darahku yang mulia…. Jayalah Negeriku… INDONESIA….!!!!!”
“Mau yang tua Mau yang muda.. Mau yang cewek.. Mau yang cowok… Semua harus merayakannya.. Bangkitkan Rasa semangat dan persatuan.”
“Bahwa dalam suatu perjuangan kita harus berjuang terus sampai habis-habisan…” (Tan Malaka)
“Orang Indonesia tak dapat lagi digertak dan di Tindas. Selamat jalan jiwa-jiwa budak…” (Tan Malaka)
“Seribu orang Tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia…” (Ir. Soekarno)
“Kemerdekaan hanyalah dapat dimiliki oleh bangsa yg jiwanya berkobar-kobar dgn tekad ‘Merdeka atau Mati’…” (Ir. Soekarno)
“Bunga mawar tdk mempropagandakan harum semerbaknya, dgn sendirinya harum semerbaknya itu tersebar disekelilingnya” (Ir. Soekarno)
“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)
“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)
“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)
“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)
“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)
“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)
“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)
“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)
“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)
“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)
“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)
“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)
“Bangsa yg besar adalah bangsa yg telah berhasil melewati berbagai masalah super berat, mulai dari Penjajahan, Terorisme, Korupsi, Kepercayaan dan masalah-masalah rumit lainnya…
Dan Bangsa Indonesia Siap untuk melewati semua masalah tsbdan siap menjadi bangsa yg besar…” (SpY DeaD)

Artikel di cari :